Jumat, 17 Sep 2021 11:30 WIB

AS Sudah Diwanti-wanti Wabah COVID-19 Sebelum China Lapor ke WHO?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Ilustrasi. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Seorang aktivis asal China, Wei Jingsheng, mengaku telah memberikan peringatan ke badan intelijen Amerika Serikat terkait virus Corona bakal mewabah, enam minggu sebelum China mengkonfirmasi wabah COVID-19 ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO. Tepatnya, pada November 2019.

Dalam sebuah film dokumenter baru, mengacu pada buku What Really Happened in Wuhan, Jingsheng mengaku telah mendengar tentang virus misterius selama Pertandingan Militer Dunia di Wuhan, sebelum virus Corona mewabah.

Menurutnya, informasi tersebut langsung ia sampaikan pada seorang politisi, mantan orang dalam Partai Komunis Tiongkok, yang memiliki hubungan dengan Presiden AS saat itu, Donald Trump.

Akan tetapi, informasi tersebut tak ditanggapi dengan serius. Jingsheng mengaku sempat membujuk sang politisi untuk mempertimbangkan peringatan terkait virus Corona akan mewabah. Akan tetapi, politis tersebut mengaku pun kelak virus Corona mewabah, tak mungkin penyebarannya disembunyikan oleh pemerintah.

"Saya merasa mereka tidak terlalu khawatir seperti saya, jadi saya mencoba cara paling baik untuk memberikan informasi secara rinci. Mereka mungkin tidak percaya ada pemerintah suatu negara yang akan melakukan hal seperti itu (menutup-nutupi temuan virus)," ujar Jingsheng, dikutip dari Mirror News, Jumat (17/9/2021).

"Jadi saya terus-menerus mengulangi penjelasan saya sebagai upaya untuk mencoba membujuk mereka," lanjutnya.

Mengingat, WHO pertama kali menyatakan wabah COVID-19 sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari 2020. Kemudian pada 11 Maret 2020, WHO baru menyatakan COVID-19 sebagai pandemi.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)