Jumat, 17 Sep 2021 13:17 WIB

Ahli: 50 Persen Warga DKI Sudah Kena COVID-19 Tapi Tak Semua Punya Antibodi

Ayunda Septiani - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Ahli epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) mengungkapkan situasi pandemi Corona di Jakarta saat ini semakin terkendali. Disebutkan, angka reproduction number (Rt) sudah di bawah 1.

"Ini luar biasa, Angka Reproduktif (Rt) di DKI Jakarta selalu di bawah 1, konsisten. Artinya risiko penularan terus menurun," jelas Pandu dalam postingan Twitternya, Kamis (16/9/2021).

Selain itu, Pandu juga menjelaskan, berdasarkan hasil survei penduduk DKI Jakarta sekitar 50 persen sudah terinfeksi virus Corona. Namun, tidak semuanya memiliki antibodi. Bagaimana maksudnya?

"Hasil surveillance 50 persen penduduk sudah terinfeksi. Sebenarnya yang terinfeksi jauh lebih banyak, tetapi dia tidak semuanya membentuk antibodi. Kira-kira hanya 30 persen yang terbentuk," jelas Pandu, kepada detikcom, Jumat (17/9/2021).

"Jadi 30 persen orang yang pernah terinfeksi tidak cukup antibodinya. Atau orang yang sudah divaksinasi pun tidak cukup untuk membentuk antibodi mereka," tambahnya.

Pandu mengatakan, salah satu alasan kenapa penduduk Indonesia harus segera divaksinasi adalah untuk membentuk antibodi. Sebab, beberapa orang yang sudah pernah terinfeksi faktanya bisa terpapar kembali.



Simak Video "Studi AS Temukan Antibodi Covid-19 di 40% Populasi Rusa Liar"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)