Jumat, 17 Sep 2021 13:45 WIB

Ratusan Nakes di Papua Tuntut Jaminan Keamanan Imbas Penyerangan KKB

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum seperti SD hingga puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Seorang mantri dilaporkan hilang. (Dok Polda Papua) Foto: Teroris KKB menyerang TNI-Polri hingga membakar fasilitas umum seperti SD hingga puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Seorang mantri dilaporkan hilang. (Dok Polda Papua)
Jakarta -

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, meninggal dunia setelah mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Nakes tersebut bernama Gabriella Meilani, ia merupakan perawat di Puskesmas Kiwirok.

Menanggapi hal ini, Ikatan okter Indonesia (IDI) wilayah Papua mengecam aksi kriminal tersebut dan menyerukan pernyataan sikap meminta jaminan keamanan dan keselamatan untuk setiap nakes demi kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh Papua.

"Kami meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI-POLRI untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua," kata Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear, SpB(K), dikutip dari siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (17/09/2021).

"(Kami) juga meminta kepada pemerintah provinsi Papua melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kotamadya/Kabupaten, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas. Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi berulang sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan tenang tanpa ada tekanan maupun rasa takut," sambungnya.

Dengan adanya kejadian ini, dr Donald mengatakan pelayanan kesehatan di Papua bisa menjadi terganggu. Pasalnya, berkurangnya nakes dapat berdampak terhadap masyarakat Papua yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan.

Sebagai penghormatan kepada Gabriella Meilani, pada Kamis (16/9/2021), IDI Papua bersama dengan 250 nakes menggelar aksi long march mengelilingi jalan protokol di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Para nakes memasang pita hitam seraya menyalakan 1,000 lilin di sepanjang jalan sebagai tanda duka.

"Saat ini, seluruh para tenaga kesehatan yang selamat dari fasilitas kesehatan tersebut dievakuasi ke Jayapura," tulis siaran pers tersebut.



Simak Video "Satgas Covid-19 Sesali Insiden Penyerangan Nakes di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)