Jumat, 17 Sep 2021 15:45 WIB

Studi: Tinggal di Daerah Berpolusi Setara Merokok 150 Batang

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Polusi udara masih jadi salah satu persoalan yang terus diupayakan solusinya di Jakarta. Berikut penampakan Kota Jakarta yang tampak dikepung kabut polusi. Polusi udara di Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Gugatan Koalisi Ibukota mengenai kualitas udara di DKI Jakarta dikabulkan PN Jakarta Pusat. Kualitas udara di DKI selama ini dinilai tidak sehat karena disebut tinggi polusi. Padahal tinggal di wilayah yang sangat berpolusi berdampak pada kualitas hidup seseorang.

Mengutip data dari situs IQAir, Jumat (17/9/2021) pukul 12.35 WIB, air quality index Jakarta ada di angka 129 US AQI. Statusnya adalah 'unhealthy for sensitive groups' atau tidak sehat untuk sekelompok orang yang sensitif.

Sebuah studi menunjukkan tinggal di daerah yang paling berpolusi meningkatkan risiko kematian dini, setara dengan merokok 150 batang selama setahun. Hal ini menjadi peringatan yang dilayangkan oleh British Heart Foundation, usai menyebut polusi udara untuk dianggap 'kegawatdaruratan kesehatan publik'.

Studi analisis ini mengambil contoh dari beberapa daerah di Inggris yang sangat berpolusi, yakni Newham, Westminster, Kensington dan Chelsea, serta area Islington di London. Keenam kota tersebut terdaftar sebagai wilayah yang paling buruk kondisi udaranya dengan sebaran partikel halus 2,5 PM.

Sementara itu studi lain oleh University of Washington di Amerika Serikat, menunjukkan polusi udara khususnya mereka yang tinggal di dekat jalanan besar memiliki dampak sama buruknya seperti merokok 20 batang sehari.

Dampak jangka panjang yang bisa terjadi yaitu emfisema, penyakit paru obstruktif yang menyebabkan kesulitan bernapas. Menurut peneliti, Prof Joel Kaufman, tingkat penyakit paru kronis semakin meningkat pada orang yang tidak merokok, yang membuktikan kualitas udara yang buruk juga sangat berdampak pada kesehatan.

"Kami benar-benar perlu memahami apa yang menyebabkan penyakit paru-paru kronis, dan tampaknya paparan polusi udara sulit dihindari mungkin menjadi kontributor utama," katanya dikutip dari The Sun.



Simak Video "Penjelasan WHO soal Polusi Udara Bisa Memperparah Gejala Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)