Jumat, 17 Sep 2021 17:42 WIB

Nyaris 200 Siswa Positif Corona, Ahli Jelaskan Kapan PTM Harus Tarik Rem Darurat!

Ayunda Septiani - detikHealth
Sekolah di Tangerang mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka dengan terapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti apa pelaksanaannya? Lihat yuk. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman merespon soal klaster pembelajaran tatap muka yang baru saja berjalan sekitar satu bulan.

Ada beberapa kasus penularan yang terjadi, diantaranya siswa dari SMA 1 Padang Panjang, Sumatera Barat per 11 September. Ada 54 siswa yang positif COVID-19, dan kini tengah menjalani isolasi di fasilitas asrama sekolah. Sementara itu sebanyak 139 mahasiswa di Kalimantan Barat positif Corona.

Dicky menyebutkan, perlu adanya evaluasi terkait klaster COVID-19 yang ditimbulkan akibat adanya pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya melakukan testing.

"Jadi harus ada evaluasi ketika ditemukan kasus minimal dari 2 klaster itu, sebaiknya selama dua pekan, sekolah di-suspend dulu. Melakukan isolasi bagi murid, dan sekolah dibersihkan terlebih dahulu," jelas Dicky, kepada detikcom Jumat (17/9/2021).

Terlebih, Dicky menyebutkan, pada kenyataannya, pada kasus yang ada di Sumbar belum semuanya siswa yang divaksinasi. Hal itu yang menjadi catatan untuk menjadi bahan evaluasi.

"Dibukanya tentu dengan sangat hati-hati, harus dipersiapkan dengan protokol, dan juga manajemen risiko sekolah," jelasnya.

Dicky juga berharap, nantinya, orang tua murid juga harus divaksinasi.



Simak Video "Strategi Menkes dan Mendikbud Jaga Keberlangsungan PTM Tetap Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)