Sabtu, 18 Sep 2021 12:27 WIB

Mudah Menular, WHO Umumkan Status Virus Marburg Terkini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. Ilustrasi virus Marburg. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Kemunculan virus Marburg sempat dikhawatirkan publik menjadi pandemi berikutnya. Kekhawatiran ini muncul usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkonfirmasi virus Marburg dapat menular dengan mudah jika tak dicegah, dan diklasifikasikan penyakit 'rentan epidemi'.

Terlebih, virus Marburg memiliki gejala mirip seperti Ebola, karena masih satu keluarga. Gejala virus Marburg yang kerap dilaporkan adalah demam tinggi dan pendarahan.

Meski begitu, per Kamis (16/9/2021) WHO akhirnya menyatakan wabah virus Marburg di Afrika Barat sudah berakhir.


"Guinea telah mengumumkan berakhirnya wabah virus Marburg, yang termasuk keluarga yang sama dengan Ebola," ungkap WHO.

Awal mula virus Marburg

Otoritas kesehatan di negara itu mengkonfirmasi kasus Marburg pertama di Afrika Barat pada 9 Agustus. Adalah seorang pria yang tewas karena virus Marburg, dan infeksi penyakit tersebut baru diketahui sepekan setelah dirinya tewas.

Tidak ada pengobatan atau vaksin untuk virus Marburg, yang termasuk dalam famili filovirus yang sama dengan Ebola. Namun, kala itu demi pencegahan meluasnya virus Marburg, Guinea mulai memantau kasus kontak korban Marburg.

WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada kasus lain yang terdeteksi sejak itu, dan wabah telah berakhir.

"Tanpa tindakan segera dan tegas, penyakit yang sangat menular seperti virus Marburg dapat dengan mudah lepas kendali," kata pernyataan itu mengutip direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti.

Dia menambahkan bahwa keahlian Guinea yang berkembang dalam menanggapi wabah virus telah mencegah wabah mematikan dan menyelamatkan nyawa. Sebuah negara miskin berpenduduk 13 juta orang, Guinea terpukul keras oleh wabah Ebola Afrika Barat 2013 hingga 2016, yang menewaskan sekitar 2.300 orang di negara itu.

Ebola muncul kembali di timur laut Guinea pada Februari, menewaskan 12 orang, sebelum wabah itu dinyatakan berakhir pada Juni.



Simak Video "WHO Konfirmasi Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Marburg"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)