Sabtu, 18 Sep 2021 13:37 WIB

Sama-sama Jadi Incaran, Ini Perbandingan Vaksin Moderna, Pfizer, Janssen

Ayunda Septiani - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap perbandingan vaksin Moderna, vaksin Pfizer, dan vaksin Johnson & Johnson terkait ketahanan antibodi pasca divaksinasi dosis lengkap.

Melibatkan lebih dari 3.600 orang dewasa, studi menemukan vaksin Moderna 93 persen efektif mencegah pengidap COVID-19 mengalami gejala hingga harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan vaksin Pfizer dan J&J masing-masing 88 persen dan 71 persen efektif mencegah gejala berat COVID-19.

Dalam studi tersebut, CDC melibatkan 3.600 orang dewasa yang menderita COVID-19 dan dirawat di rumah sakit selama rentang waktu 11 Maret hingga 15 Agustus 2021.

"Di antara orang dewasa tanpa kondisi gangguan imun, efektivitas vaksin terhadap kemungkinan rawat inap COVID-19 selama 11 Maret hingga 15 Agustus 2021 lebih tinggi untuk vaksin Moderna (93 persen) daripada vaksin Pfizer-BioNTech (88 persen), dan vaksin Janssen (71 persen)," jelas tim tersebut dalam laporan mingguan CDC soal angka kematian dan penyakit seperti dikutip dari laman CNN.

Selain itu, mereka menemukan perbedaan terbesar antara vaksin yang dibuat oleh Moderna dan vaksin Pfizer/BioNtech didorong oleh adanya penurunan antibodi yang dimulai sekitar empat bulan setelah orang divaksinasi penuh dengan vaksin Pfizer.

"Perbedaan efektivitas antara vaksin Moderna dan Pfizer/BioNTech mungkin disebabkan oleh kandungan mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin Moderna, perbedaan waktu antara dosis (3 minggu untuk Pfizer/BioNTech versus 4 minggu untuk Moderna), atau kemungkinan perbedaan antara kelompok yang menerima setiap vaksin yang tidak diperhitungkan dalam analisis," bunyi laporan tim tersebut menambahkan.

Vaksin Pfizer dan Moderna mereka keduanya menggunakan materi genetik yang disebut messenger RNA (mRNA) untuk memberikan kekebalan pada tubuh, namun keduanya menggunakan dosis dan formulasi yang sedikit berbeda.

Vaksin J&J menggunakan virus flu biasa yang tidak aktif yang disebut adenovirus (vektor virus) untuk memunculkan instruksi genetik ke dalam tubuh.

"Satu dosis vaksin vektor virus Janssen memiliki respons antibodi anti-SARS-CoV-2 yang relatif lebih rendah dan efektivitas vaksin terhadap rawat inap COVID-19," kata tim tersebut.


Belum dapat vaksin COVID-19? Vaksin Pfizer kini ada di Transmart Lebakbulus, selengkapnya cek DI SINI.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)