Sabtu, 18 Sep 2021 21:00 WIB

Biar Nggak Hamil, Milih Seks Jalur Belakang? Nggak Gitu...

Syifa Aulia - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Seks anal sering kali menjadi pilihan gaya dalam berhubungan seksual antara laki-laki dengan perempuan. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari terjadinya kehamilan. Meskipun seks anal dapat menghindari kehamilan, dalam pandangan medis hal itu sangat tidak disarankan.

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd-KSAAM, selaku pakar andrologi, seksologi, dan anti-aging medicine mengatakan kehamilan tidak bisa menjadi alasan untuk melakukan seks anal.

"Jadi kalau memang karena takut hamil, lalu memilih hubungan anal sex, saya kira jauh sekali, salah sekali," tuturnya dalam program e-Life detikcom, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, cara untuk menghindari terjadinya kehamilan ketika berhubungan seksual adalah menggunakan alat kontrasepsi.

"Jadi itu pilihan yang salah menurut saya. Makanya lakukan hubungan lewat vagina. Tapi, kalau takut hamil, ya gunakan kondom, alat kontrasepsi. Atau lakukan pada saat-saat perempuannya tidak subur. Kan bisa diatur. Jadi alasannya tidak masuk akal dan tidak layak dilakukan," tuturnya.

Meski demikian, ia membenarkan bahwa melakukan seks anal tidak memiliki peluang terjadinya kehamilan. Ia menjelaskan kehamilan hanya terjadi ketika ada sperma yang masuk melalui vagina.

"Kalau dari dubur ya sama sekali nggak mungkin. Yang pasti, tidak mungkin terjadi kehamilan. Harus melalui vagina. Pokoknya harus ada sperma yang masuk ke vagina, baru mungkin terjadi kehamilan kalau saat subur, ya," tegas Profesor Wimpie.

Tonton tayangan e-Life dengan tema Seks Anal di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/ayd)