Senin, 20 Sep 2021 12:00 WIB

Wisatawan 'Tumplek' di Pantai Sanur, Gelombang 3 COVID-19 di Depan Mata?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Wisatawan memadati area Pantai Sanur saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Denpasar, Bali, Minggu (19/9/2021). Obyek wisata yang dicanangkan sebagai kawasan zona hijau bebas COVID-19 tersebut ramai dikunjungi wisatawan setelah PPKM level 4 diturunkan menjadi level 3. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj. Pantai Sanur, Bali, padat pengunjung pada Minggu (19/9/2021). Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Jakarta -

Pantai Sanur, Bali kembali dipadati pengunjung. Berdasarkan laporan, Minggu (19/9/2021), objek wisata satu ini kembali ramai meski Bali masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Pakar menegaskan meski pandemi COVID-19 di Indonesia kini diketahui sudah mereda, fenomena semacam kerumunan Pantai Sanur masih tetap perlu diwaspadai. Sebab selama masih ada temuan kasus, terlepas dari besaran jumlahnya, risiko lonjakan kasus masih ada.

"Ini yang kita khawatirkan, revenge travel. Karena sudah dibatasi selama beberapa bulan, pada euforia merasa bebas ya," tegas ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane pada detikcom, Senin (20/9/2021).

"Mestinya Satgas di kabupaten atau kotanya harus mengatur ya. Seperti kasus Holywings di Jakarta kemarin kan langsung disanksi," lanjutnya.

Per Minggu (19/9/2021), Indonesia mencatat kasus baru COVID-19 sebanyak 2.234. Di samping itu, positivity rate mencapai 1,16 persen, atau angka terendah dalam sepekan terakhir.

Namun Pane mengingatkan risiko kenaikan kasus tak hanya mengacu pada besaran jumlah kasus dan positivity rate. Bahkan tanpa mobilitas tinggi pun, pada dasarnya risiko kenaikan masih ada selama masih ada kasus dan risiko Unusual Epidemic Event (UEE) seperti temuan varian Delta.

"Selama pandemi belum berakhir semua protokol harus tetap dijalankan dengan disiplin. Sekalipun jumlah kasus dan positivity rate serta indikator-indikator pengendalian lainnya sudah membaik," pungkas Pane.



Simak Video "31 Persen Wilayah di Indonesia Disebut Kebal Varian Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)