Senin, 20 Sep 2021 19:18 WIB

Uji Klinis Rampung, Vaksin Pfizer Diklaim Aman dan Efektif untuk Anak 5-11 Tahun

Ayunda Septiani - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Vaksin Pfizer. (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Perusahaan obat-obatan asal Amerika Serikat (AS), menyatakan bahwa vaksin Pfizer efektif digunakan terhadap anak-anak usia 5 sampai 11 tahun.

Selain itu, mereka kini tengah mengajukan permohonan kepada pemerintah AS dan Eropa agar vaksin ini dapat digunakan pada anak-anak usia 5 sampai 11 tahun.

Dikutip dari laman Reuters, Pfizer menyatakan bahwa vaksin tersebut menghasilkan respons kekebalan pada anak berusia 5 hingga 11 tahun dalam uji klinis Fase II dan III, dan cocok dengan apa yang telah mereka amati sebelumnya pada anak berusia 16 hingga 25 tahun.

"Hasil uji coba itu memberikan dasar yang kuat untuk mengajukan permohonan izin penggunaan vaksin kami untuk anak usia 5 sampai 11 tahun, dan kami berencana mengajukan permohonan itu kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan lembaga lain untuk penggunaan darurat," papar CEO Pfizer, Albert Bourla, dalam keterangan pers.

Dalam uji klinis yang dilakukan, sebanyak 2.268 anak-anak yang menjadi relawan hanya diberikan dua kali dosis vaksin yang dinamai dengan Comirnaty masing-masing sebanyak 10 mikrogram. Jumlah itu sepertiga dari dosis vaksin bagi kelompok usia 12 tahun ke atas.

Pfizer juga mengtakan, uji klinis ini sebenarnya tidak dirancang untuk mengukur tingkat efikasi dengan membandingkan mereka yang diberikan vaksin dengan yang diberikan plasebo. Uji klinis ini dibuat untuk melihat perbandingan antara jumlah antibodi yang dihasilkan oleh anak-anak yang disuntik vaksin Corminarty dengan kalangan dewasa.

Menurut Bourla, pengajuan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk anak usia 5 sampai 11 tahun dilakukan karena kasus infeksi terhadap anak-anak di AS meningkat hingga 240 persen sejak Juli lalu.

Menurut sumber Reuters yang merupakan seorang pejabat di Kementerian Kesehatan AS menyatakan keputusan buat memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech bagi anak 5 hingga 11 tahun sebenarnya bisa dilakukan tiga pekan setelah perusahaan itu mendaftarkan permohonan itu kepada FDA.

Vaksin COVID-19 Pfizer yang dinamakan Comirnaty saat ini diizinkan digunakan kepada anak usia 12 tahun ke atas di seluruh AS. Keputusan ini diambil untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 varian Delta yang lebih cepat menular, terutama di kalangan anak-anak.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada hasil penelitian yang menyatakan COVID-19 varian Delta sangat membahayakan bagi anak-anak.



Simak Video "Indonesia Terima 2,6 Juta Vaksin Pfizer dari Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)