Selasa, 21 Sep 2021 12:30 WIB

Menkes: 50 Persen Kontak Erat Corona Tak Dites, Awas Klaster Tak Terdeteksi!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap baru ada 50 persen kontak erat COVID-19 yang mau dites. Sisanya, ogah menjalani tes Corona karena beragam alasan, termasuk takut ketahuan positif COVID-19.

"Apa gunanya juga dilacak, tapi nggak dites? Sampai sekarang baru 50 persen yang mau dites. Kalau positif harus diisolasi, sebaiknya isolasi terpusat atau isoter," kata Menkes Budi, dalam Konferensi Pers PPKM, Senin (20/9/2021).

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyayangkan Indonesia belum memenuhi target testing dari jumlah tracing atau kontak erat COVID-19 berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jika tak memenuhi target, mustahil memutus rantai penularan virus Corona.

"Target setiap negara dan wilayah dari WHO adalah 80 persen-nya dites dalam kurun waktu 3x24 jam. Jika itu gagal dilakukan maka kita gagal memutus mata rantai penularan," jelas Dicky kepada detikcom Selasa (21/9/2021).

Dia menyebut, jumlah tracing minimum juga belum dicapai sejumlah wilayah di Indonesia. Khususnya di luar Jawa dan Bali, hal ini tentu berisiko memicu klaster-klaster baru COVID-19 yang tak terdeteksi.

"Ini yang selalu saya sebutkan bahwa kita belum memenuhi logika program dengan adekuat. Sehingga capaian keberhasilan penurunan kasus dan lainnya menjadi kurang valid ketika diturunkan ke tingkat kabupaten, kota," ungkapnya.

Terlebih, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) semakin diperlonggar seperti uji coba anak di bawah 12 tahun diperbolehkan memasuki mal, bioskop kembali dibuka.

WHO sebelumnya menyoroti dua klaster besar sekolah dan kuliah tatap muka di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Jumlahnya nyaris 200 orang positif Corona.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)