Selasa, 21 Sep 2021 20:20 WIB

Begini Strategi Pemerintah Tangkal Gelombang Ketiga COVID-19

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Poster Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Meskipun angka positif COVID-19 dalam tren menurun, pemerintah mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan patuh protokol kesehatan. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19.

Pemerintah mengimbau agar disiplin protokol kesehatan terus dilaksanakan. Masyarakat juga diminta segera divaksin jika belum, serta menggunakan PeduliLindungi untuk skrining kesehatan.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 COVID-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Johnny mengulas berdasarkan penelitian berjudul 'Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases' dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru COVID-19 tidak dapat dihindari. Hal yang dapat dilakukan adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal ini harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.

Ia menjabarkan hingga Senin (20/9), jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia berada di angka 55.936 dengan penambahan kasus harian sebesar 1.932.

"Hal ini yang harus dipertahankan serendah mungkin dalam waktu yang lama, untuk meminimalisir dampak buruk gelombang baru," cetus Johnny.

Ia memastikan pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi gelombang COVID-19 sebelumnya pada Juni-Agustus 2021. Johnny menyatakan pemerintah sudah lebih siap mengantisipasi potensi gelombang baru dengan terus mengoptimalkan sinergi antar lembaga dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dengan tepat.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan pintu masuk kedatangan internasional via udara (Tangerang dan Manado), via darat (Aruk, Entikong, Nunukan, Motaain), dan via Laut (Batam dan Tanjung Pinang). Selain itu, kebijakan ini juga diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh TNI dan Polri di pintu masuk internasional yang tidak resmi, baik di darat maupun laut.

Kebijakan lain yang juga diterapkan bagi pendatang luar negeri, yakni dengan mensyaratkan vaksinasi, tiga kali tes PCR, dan karantina terpusat selama 8 hari untuk setiap perjalanan internasional.

Langkah selanjutnya yang dikedepankan pemerintah untuk menjaga momentum saat ini, ulas Johnny, yakni dengan menerapkan PPKM berlevel, mengakselerasi vaksinasi, serta Penguatan 3T dan 3M. Terakhir, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi untuk mempercepat identifikasi potensi penyebaran kasus baru.

"Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional," cetus Johnny.

(akn/ega)