Selasa, 21 Sep 2021 21:30 WIB

Aktivis Antivaksin di Israel Meninggal karena COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Seorang aktivis antivaksin terkemuka di Israel, Hai Shaulian, meninggal dunia pada Senin (13/9/2021). Ia meninggal karena terinfeksi virus Corona.

Menurut Israel National News, sebelum meninggal dunia, pria berusia 57 tahun itu dirawat di sebuah rumah sakit bernama Wolfson Medical Center. Kondisinya kian memburuk setelah terpapar COVID-19.

Namun, tetap saja pendiriannya tidak berubah untuk menentang vaksin COVID-19. Dua hari sebelum meninggal dunia, Shaulian tetap mendesak para pengikutnya untuk terus berjuang dalam menentang vaksin.

Dalam sebuah unggahan di Facebook miliknya, Shaulian mengunggah foto dirinya yang sedang memakai konsentrator oksigen. Ia mengatakan bahwa kondisinya sedang kritis dan tidak mampu banyak bicara.

Namun, ia yakin akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu.

"Sang Pencipta dunia bersama saya, saya tidak takut. Saya percaya bahwa saya akan keluar dari sini dengan bantuan Tuhan," kata Shaulian.

Selain itu, Shaulian juga menentang sistem Green Pass yang dibuat oleh Pemerintah Israel, karena membatasi mobilitas orang yang belum divaksinasi. Pasalnya mereka baru bisa mendapat akses tersebut jika sudah divaksinasi, pulih dari virus Corona, atau menunjukkan hasil negatif tesCOVID-19.

"Tidak ada hubungannya dengan virus Corona. Tidak ada hubungannya dengan vaksin. Ini ada hubungannya dengan pemaksaan," ujar Shaulian.

Namun, pada akhirnya ia meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona.

Perlu diketahui, Israel merupakan salah satu negara yang paling cepat pelaksanaan vaksinasinya. Vaksin COVID-19 telah terbukti dapat menurunkan risiko sakit parah akibat infeksi virus Corona, bahkan mencegah kematian.

Berdasarkan perhitungan Our World in Data per 19 September, 69,04 persen penduduk Israel telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19. Sementara 63,56 persen di antaranya sudah divaksinasi secara penuh.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)