Rabu, 22 Sep 2021 08:30 WIB

Menkes Klaim Kendala Testing Banyak yang Ogah Ketahuan Positif, Benarkah?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah Ilustrasi tes COVID-19. (Foto: detik)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut baru 50 persen kontak erat di Indonesia berhasil dites. Salah satu kendalanya, sebagian orang tidak mau menjalani tes PCR karena takut ketahuan positif COVID-19.

"Masih banyak masyarakat yang takut dites. Hasil surveinya, kenapa yang sudah dilacak masih 50 persen yang mau dites? Ternyata masih banyak yang merasa khawatir atau takut ketahuan kalau sakit," ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers PPKM, Senin (20/9/2021).

Pendapat lain disampaikan oleh ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane. Ia menegaskan kendala testing di RI bukan masyarakat enggan ketahuan positif.

"Bukan semata-mata tidak mau karena takut ketauan positif, kenapa takut? Toh sebagai kontak erat mereka juga harus menjalani karantina, sama saja prosedurnya dengan isolasi, nggak boleh kemana-mana," tegasnya pada detikcom, Selasa (21/9/2021) malam.

Pada dasarnya, testing untuk kontak erat baru perlu diupayakan jika terdapat kapasitas testing berlebih. Namun mengingat kapasitas testing terbatas, yang diprioritaskan adalah kelompok suspek dan probable. Sedangkan pada kontak erat, dalam kondisi kapasitas testing kini masih terbatas, tidak apa jika tidak dites selama karantina dilakukan secara ketat.

Mengingat pada kasus kontak erat tidak bergejala, tes dilakukan pada hari ke-5 atau ke-6 setelah kontak. Jika hasil negatif, karantina dilanjutkan sampai hari ke-7. Jika tidak dites, karantina wajib dilakukan selama 10-14 hari.

"Kontak erat boleh dites jika seluruh suspek sudah dites semua, karena yang wajib di test adalah suspek dan probable. Jika kapasitas testing berlebih maka kontak erat boleh dites jika bergejala," tegas Pane.

Dengan kondisi keterbatasan kapasitas testing sekarang, ketika target testing yang ada pun belum tercapai, Pane menegaskan terlalu jauh jika Menkes menyalahkan jumlah testing pada kontak erat.

"Menkes menyatakan target testing 400-500 ribu per hari. Pernahkah tercapai? Nggak pernah. Suspek kemarin saja 300 ribu, tesnya hanya 120 ribuan. Sekarang malah membahas kontak erat, kejauhan muternya," pungkasnya.



Simak Video "Jokowi Tugaskan Kemenkes Perbaiki Capaian Testing-Tracing Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)