Rabu, 22 Sep 2021 11:08 WIB

Pandemi COVID-19 Bikin Stres? Yuk Atasi dengan Cara Ini

Nurcholis Maarif - detikHealth
Portrait of young woman on the street wearing  face protective mask to prevent Coronavirus and anti-smog and using smartphone Foto: Getty Images/filadendron
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan berpengaruh ke banyak hal, termasuk kesehatan mental seseorang. Tak sedikit banyak orang yang mengalami stres karena kondisi pandemi ini.

Stres tersebut bisa dipicu oleh berbagai hal. Dilansir dari Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan, ada tiga jenis stresor atau pemicu stres dalam kehidupan manusia. Pertama, stressor fisik atau jasmaniah, seperti rasa nyeri dan kelelahan fisik.

Kedua, stresor psikologi yang disebabkan oleh kesepian, patah hati, iri hati, dan konflik. Ketiga stresor sosial budaya yang disebabkan oleh menganggur, pensiun, dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK), dan perceraian.

Stres bisa berdampak baik untuk kesehatan mental seseorang ke depannya, tetapi juga bisa terjadi sebaliknya. Hal ini tergantung seseorang mengelola stres tersebut dengan sikap positif atau negatif.

Contoh reaksi positif dari stres yang dihadapi seseorang di antaranya dengan latihan fisik sewaktu berolahraga karena dapat menimbulkan kesegaran. Lalu kegagalan yang dialami akan memicu orang untuk berusaha dengan lebih baik dan mendorong untuk meningkatkan kemampuan diri melalui stres yang dihadapi.

Sementara contoh reaksi negatif dari stres ialah frustasi dan emosi, gangguan kesehatan jasmani, gangguan kesehatan jiwa, serta sulit memusatkan pikiran. Selain itu, untuk mengelola rasa tidak nyaman karena stres akibat pandemi dan mendapatkan reaksi yang positif, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Pertama, menjaga kesehatan dengan olahraga teratur, tidur cukup, makan bergizi seimbang, dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan.

Ketiga, berpikir hal-hal yang baik dan menyenangkan. Keempat, menenangkan pikiran dan mengembangkan hobi. Kelima, membicarakan perasaan dan keluhan dengan seseorang yang dipercaya dan keenam meningkatkan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.



Simak Video "Rencana WHO Bentuk Tim Khusus untuk Hadapi Pandemi Berikutnya"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)