Rabu, 22 Sep 2021 11:11 WIB

Hari Alzheimer Sedunia, Ahli Wanti-wanti Ancaman Demensia karena COVID-19

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi otak Foto: Thinkstock
Jakarta -

Memperingati Hari Alzheimer Sedunia, pakar mengingatkan ancaman meningkatnya kasus demensia karena pandemi COVID-19. Ini karena virus SARS-COV-2 dilaporkan dalam studi bisa memengaruhi fungsi otak.

Demensia sendiri adalah sebutan untuk sindrom kronis yang membuat kemampuan berpikir otak menurun seiring berjalannya waktu. Di Indonesia, demensia sering disamakan dengan pikun dan salah satu penyebab umumnya adalah penyakit Alzheimer.

Alzheimer's Disease International (ADI) memprediksi demensia di dunia akan meningkat sampai 55-78 juta kasus pada tahun 2030. ADI mengimbau agar otoritas dunia benar-benar memperhatikan hal ini dan mulai menyiapkan sumber daya serta langkah-langkah agar tidak kewalahan.

"Kami perlu orang menyadari hubungan yang memungkinkan antara COVID berkepanjangan dengan demensia, sehingga mereka dapat memantau diri sendiri untuk melihat gejala dan memberikan penanganan yang sesuai. Kami menyerukan pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah untuk segera melaksanakan penelitian mengenai hal ini," kata Ketua CEO ADI, Paola Barbarino, dalam siaran pers yang diterima detikcom pada Rabu (22/9/2021).

Ketua tim peneliti dari ADI, Dr Alireza Atri, menjelaskan bagaimana gejala yang dialami para pasien COVID-19 sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi otak. Sebagian orang bahkan dilaporkan bisa mengalami keluhan mulai dari sulit konsentrasi, mengingat, hingga berbicara setelah dinyatakan sembuh.

Ini terjadi karena virus SARS-COV-2 dapat merusak pembuluh darah ke otak. Dampaknya seseorang akan jadi semakin rentan terhadap kondisi seperti Alzheimer yang membuat sel-sel otak mengalami degenerasi hingga akhirnya mati.

"Dengan rusaknya jembatan antara sirkulasi darah dan otak, benteng otak kita rusak," jelas Dr Atri.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)