Rabu, 22 Sep 2021 12:35 WIB

6 Ribuan Siswa SD Positif COVID-19, Kapan PTM Harus Disetop? Ini Kata IDAI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Guru memberikan materi pelajaran saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kawasan SDN 13 Pagi Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (8/9). Sekolah tatap muka. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Ribuan siswa dan guru terkonfirmasi positif COVID-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilakukan. Total ada 1.296 yang tercatat per 20 September menjadi klaster baru COVID-19 di masa PTM. Kasus positif Corona terbanyak berasal dari lingkungan sekolah SD, dengan 6.908 siswa positif COVID-19.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) sebelumnya menjelaskan pilihan sekolah tatap muka saat ini memang diperlukan di tengah positivity rate yang sudah menurun. Menurut dia, ambang batas sekolah kembali disetop jika positivity rate kembali meningkat di atas standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kalau ketika positivity rate di atas 8 persen lagi, dan juga ada kasus kita disetop dulu, sekarang masih di bawah 8 persen," beber dia dalam siaran daring IDAI Selasa (21/9/2021).

Aman juga meminta setiap sekolah melakukan evaluasi secara berkala. Contohnya dalam waktu sekolah tatap muka maksimal dua jam. Temuan kelonggaran PTM disebut Aman masih ditemukan di beberapa sekolah.

"Mereka melaksanakannya itu jadi misalnya harusnya aturan sampai 2 jam mereka extend sampai 5-6 jam harusnya itu tidak ada. Maksimal dua jam, dan itu harusnya dievaluasi," pungkas dia.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)