Rabu, 22 Sep 2021 13:13 WIB

Arab Saudi Izinkan Jamaah Umrah RI Pakai Sinovac, Tapi Perlu Booster

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia? Ibadah Umrah di tengah pandemi COVID-19. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah memasukkan dua jenis vaksin Corona asal China yakni Sinovac dan Sinopharm, dalam syarat vaksin yang diakui. Hanya saja, untuk penerima vaksin Sinovac yang akan melaksanakan ibadah Umrah, pemerintah Saudi mengharuskan booster tambahan.

"Diizinkannya Sinovac masuk ke Arab Saudi dengan catatan menambah booster satu vaksin yang diakui Arab Saudi," kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, dalam diskusi virtual 'Apa Kabar Umrah Kita?', Selasa (21/9/2021).

Vaksin COVID-19 yang dipakai di Arab Saudi antara lain Moderna, Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson and Johnson. Ketentuan ini diambil Saudi untuk mengurangi risiko keterpaparan COVID-19.

"Arab Saudi memiliki kebijakan yang ketat dan sangat efektif terkait COVID-19. Per hari ini (21/9/2021) hanya 60 kasus per harinya," beber Endang.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes mengatakan pihaknya sudah mengetahui perihal pemberian booster untuk penerima vaksin Sinovac sebelum Umrah. Kemenkes disebutkan akan membuat program khusus untuk jamaah haji dan umrah terkait vaksinasi COVID-19.

"Persyaratan oleh Saudi Arabia bahwa harus 3 kali suntikan dengan 1 (suntikan berupa) booster itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan," ujar Kadir.



Simak Video "Calon Jemaah yang Pakai 4 Vaksin Ini Boleh Jalankan Umrah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)