Rabu, 22 Sep 2021 15:30 WIB

WHO Tegaskan RI Belum Keluar dari Bahaya COVID-19 Meski Tren Kasus Turun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. WHO ingatkan Indonesia belum keluar dari bahaya. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih mengingatkan bahaya COVID-19 di Indonesia belum hilang di tengah tren penurunan kasus harian. Indonesia masih melaporkan penambahan kasus kematian COVID-19, per Selasa (21/9/2021) ada 171 orang meninggal karena Corona.

"Kalau sekarang Indonesia dalam kondisi kasus yang turun, harus diingat bahwa angka itu adalah jumlah orang yang sakit, dan orang yang sakit tetap membutuhkan resources, kemudian tetap masih ada banyak orang yang meninggal," jelas dia dalam diskusi daring Rabu (22/9/2021).

"Artinya, sama sekali belum keluar dari bahaya dan belum selesai sebenarnya," tegas dia.

Meski begitu, di tengah kasus COVID-19 yang mereda, Diah menilai ini menjadi waktu yang tepat untuk pemerintah mengkaji ulang strategi pengendalian COVID-19 khususnya terkait vaksinasi. Khususnya sasaran target vaksinasi lansia.

Masih banyak provinsi yang belum mencapai target vaksinasi lansia. Berdasarkan data Kemenkes RI per Rabu (22/9/2021), baru 27,89 persen lansia dari total sasaran target yang divaksinasi dosis pertama, sementara vaksinasi dosis kedua baru mencapai 19,48 persen.

"Nah kalau ini sekarang mereda, yang bisa dilakukan sekarang adalah untuk vaksinasi bisa dibenahi kembali dilihat kembali prioritasnya. Kalau sekarang kita lihat lansia saja belum, dan nakes saja belum semua maka berarti yang tersisa sebenarnya membutuhkan upaya-upaya khusus untuk mereka mau dan bersedia divaksin," lanjut Diah.

Diah mencontohkan upaya jemput bola pada para lansia untuk vaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan sejumlah laporan yang menyebutkan tak sedikit lansia kesulitan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat karena tak ada yang mendampingi.

Ia menjelaskan WHO memprioritaskan nakes dan lansia demi mencegah kasus kematian COVID-19 bertambah banyak. Hal ini disebut menjadi salah satu kunci utama menyetop transmisi kasus Corona.

"Ini yang harus dipegang betul, supaya berhenti penyebarannya dan berhenti orang meninggalnya," pungkas dia.



Simak Video "SAGO, Penasihat WHO yang Bertugas Temukan Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)