Rabu, 22 Sep 2021 17:31 WIB

Benarkah Antibodi Vaksin Sinovac Turun 6 Bulan Pasca Disuntik? Ini Kata Kemenkes

Syifa Aulia - detikHealth
Ratusan tenaga pendidik menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi itu dilakukan agar sekolah bisa memulai belajar tatap muka pada tahun ajaran baru. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksin Sinovac menjadi merek vaksin Corona yang pertama digunakan di Indonesia. Vaksin yang diciptakan di China ini disebut memiliki efikasi hingga 65,3 persen. Jumlah tersebut berdasarkan uji klinis fase 3 di Bandung, Jawa Barat.

Rendahnya tingkat efikasi vaksin Sinovac membuat beberapa masyarakat ragu disuntik merek tersebut. Selain itu, antibodi vaksin Sinovac disebut akan turun setelah enam bulan divaksinasi.

Menanggapi hal tersebut, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, selaku juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, mengatakan bahwa antibodi yang terbentuk dari seluruh merek vaksin COVID-19 bisa menurun.

"Jadi bukan hanya Sinovac ya, kalau kita lihat Pfizer, Moderna, Johnson and Johsnson, dan juga Novovax itu semua akan turun dari hasil studi yang mereka lakukan," kata dr Nadia, dalam Live Instagram CNBC Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Pada vaksin Sinovac, dr Nadia menyebut Indonesia telah melakukan pemantauan lanjutan melalui uji klinis tahap ketiga yang dilakukan di Universitas Padjajaran, Jawa Barat. Menurutnya, penurunan efikasi vaksin sendiri dapat terjadi karena adanya varian baru dari COVID-19.

"Tapi ingat, WHO sudah menjamin walaupun turun dalam enam bulan, vaksin masih cukup efektif melawan COVID-19," tuturnya.

Meski terjadi penurunan, dr Nadia mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap melakukan vaksinasi. Sebab vaksin dapat menjadi proteksi untuk diri sendiri dan orang lain.

"Jadi jangan sampai kita nunda vaksin karena takut turun efikasinya. Lebih baik tetap punya proteksi daripada kita tidak punya proteksi sama sekali," tegasnya.



Simak Video "Pakar Sebut Sinovac Turunkan Kasus Positif COVID-19 Nakes di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)