Rabu, 22 Sep 2021 18:31 WIB

Kemenkes RI: Waspadai Nyamuk 'Dugem' di Papua

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
black culex mosquito on white background Ilustrasi nyamuk malaria. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan segera diselenggarakan pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Namun, hal ini dikhawatirkan akan terganggu penyakit malaria dan menjadi perhatian khusus Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI.

Sampai saat ini, Papua masih berstatus sebagai daerah endemi malaria. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa Plasmodium.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Didik Budijanto, mengungkapkan 86 persen dari total kasus malaria di Indonesia disumbangkan oleh Papua.

"Ada 4 kabupaten/kota di Papua yang semuanya itu endemi malaria, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Timika. Semuanya termasuk kategori merah," ungkap Didik yang dikutip dari ANTARA, Rabu (22/9/2021).

Dalam penjelasannya, Didik mengatakan ada tiga jenis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles atau kerap disebut 'nyamuk dugem' ini. Selain malaria, nyamuk ini bisa menyebabkan filariasis (kaki gajah) dan Aedes aegypti penyebab dengue.

Nyamuk Anopheles ini disebut sebagai nyamuk yang suka dugem. Pasalnya, nyamuk ini baru keluar di jam malam, mulai pukul 18.00 sampai pagi.

"Nyamuk Anopheles ini senangnya dugem. Nyamuk ini akan bersiap saat matahari mulai terbenam, saat itu dia akan bersolek diri dan beterbangan mencari mangsa," jelas Didik.

Dilihat dari fisiknya, nyamuk dugem ini hampir mirip dengan nyamuk lainnya. Tetapi, nyamuk dugem ini memiliki tubuh yang datar dan bagian perut yang agak memanjang dari nyamuk Aedes aegypti.

Untuk mengantisipasinya, pihak Kemenkes RI mengutus personil pengendali vektor untuk melakukan fogging minimal sepekan sekali. Itu dilakukan di seluruh fasilitas penginapan, terutama di bagian dinding serta lokasi yang berdekatan dengan habitat nyamuk.

"Kecuali kalau ada pertandingan malam. Maka, setiap dua sampai tiga jam sebelum pertandingan dimulai kita fogging dulu," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Sistem Bubble yang Bakal Diterapkan di PON Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)