Rabu, 22 Sep 2021 23:19 WIB

Vaksin Tahap 73 Tiba di RI, Pemerintah Genjot Vaksinasi Lansia & Remaja

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
vaksin lansia Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin COVID-19 dengan menerima kedatangan vaksin tahap 73 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi AstraZeneca hari ini. Penambahan ini membuat total vaksin jadi AstraZeneca di Indonesia mencapai 24.520.300 dosis.

"Kami mencatat, dengan kedatangan vaksin tahap 73 ini, maka secara total vaksin yang sudah hadir di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi adalah 268.235.300 dosis," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Sementara terkait jumlah orang yang telah divaksin, dr. Nadia mengatakan per 21 September 2021, sebanyak 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap. Hal ini menandakan 39 per 100 orang penduduk sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Lebih lanjut Nadia menjelaskan capaian vaksinasi untuk kelompok usia 12-17 tahun saat ini baru mencapai 12,68% dari sasaran vaksinasi untuk dosis pertama. Sementara capaian vaksinasi untuk dosis kedua telah mencapai 8,68% dari sasaran vaksinasi. Oleh karena itu, dr. Nadia meminta agar para orang tua dapat mendukung anak-anaknya untuk segera mendapatkan vaksinasi.

"Pemerintah sangat mengharapkan dukungan para orang tua, untuk membantu para penerus bangsa kita segera mendapatkan proteksi dari virus COVID-19. Mari kita antar anak-anak kita melakukan vaksinasi agar semakin banyak anggota keluarga yang terlindungi," tuturnya.

Selain vaksinasi remaja, Nadia juga menyoroti rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia. Sebab, dari 21,5 juta sasaran vaksinasi, jumlah yang sudah mendapatkan dosis pertama masih berada pada kisaran angka 27,75%. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua sekitar 19.40%.

Menurutnya, kondisi ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, khususnya keluarga lansia untuk menyegerakan vaksinasi. Terlebih vaksinasi ini diperlukan karena lansia merupakan kelompok yang rentan dan berisiko jika terinfeksi COVID-19.

"Perlu dukungan semua pihak untuk mendorong vaksinasi lansia, karena kita ketahui bersama bahwa kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi COVID-19. Kami berharap, para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan, sehingga kita mampu menjangkau lebih banyak warga lansia. Pemerintah juga mengajak keluarga para lansia, untuk membantu menyegerakan vaksinasi, yang sangat penting guna memberikan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan ini," katanya.

Hingga saat ini, Pemerintah terus berupaya keras untuk mengamankan ketersediaan vaksin di Tanah Air. Pemerintah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendistribusikan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi hingga pelosok Indonesia.

"Di tengah kebutuhan vaksin yang mendesak di seluruh dunia, kita harus bersyukur pemerintah dapat memastikan stok vaksin bagi bangsa Indonesia. Semua vaksin yang dipakai di Indonesia aman dan berkhasiat untuk melindungi kita dari gejala berat juga kematian akibat COVID-19. Jadi, masyarakat jangan ragu. Ayo cepat vaksin," tandasnya.

(akn/ega)