Kamis, 23 Sep 2021 05:00 WIB

Round Up

Update Persiapan Umrah, QR Code Vaksin Tak Terbaca dan Syarat Booster

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP) Ilustrasi umrah (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah kembali memberikan update terkait rencana pelaksanaan umrah dan vaksinasi COVID-19 di Arab Saudi. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengungkapkan ada kendala dalam persiapan tersebut, yaitu QR Code sertifikat vaksin COVID-19 Indonesia.

Endang menyebut bahwa QR Code itu belum bisa dibaca sistem Arab Saudi. Padahal, QR code sangat dibutuhkan sebagai syarat melaksanakan umrah.

"Yang harus menjadi perhatian adalah QR code sertifikat vaksin. Pengamatan kami di lapangan bahwa QR Code adalah menjadi hal yang mutlak ketika pembacaan sertifikat vaksin tersebut di bandara, kami sudah mencoba membaca QR Code sertifikat dari Indonesia sampai pada saat kami mencoba uji coba itu belum bisa terbaca," katanya dalam diskusi virtual 'Apa Kabar Umrah Kita?', Selasa (21/9/2021).

Endang mengungkapkan sertifikat vaksin Corona elektronik dari sejumlah negara sudah bisa terbaca, salah satunya Nigeria. Jika hal ini terus terjadi, bisa menyulitkan jamaah yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Selain QR Code, Endang juga kembali menegaskan terkait jenis vaksin yang bisa menjadi syarat melaksanakan umrah. Meski dua vaksin asal China, yaitu Sinovac dan Sinopharm telah diizinkan Kementerian Arab Saudi, para calon jemaah diharuskan mendapat vaksin booster.

"Diizinkannya Sinovac masuk ke Arab Saudi dengan catatan menambah booster satu vaksin yang diakui Arab Saudi," ujar Endang.

Apa kata Kemenkes RI?

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir menjelaskan saat ini barcode sertifikat vaksin COVID-19 di aplikasi PeduliLindungi baru bisa digunakan di Indonesia. Nantinya, Kemenkes RI akan membuat program khusus para calon jamaah haji terkait vaksinasi dan menyelesaikan kendala ini.

Terkait vaksin, Abdul Kadir mengatakan pihaknya telah mengetahui soal booster untuk vaksin Sinovac sebelum umrah. Ia juga memastikan Kemenkes akan membuat program vaksinasi COVID-19 khusus calon jamaah haji dan umrah.

"Persyaratan oleh Saudi Arabia bahwa harus 3 kali suntikan dengan 1 (suntikan berupa) booster itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan," ujar Kadir.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)