Kamis, 23 Sep 2021 09:31 WIB

Banyak Siswa SD Kena Corona, Pakar IDI Khawatir RS Dibanjiri Anak-anak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelajar di Tangsel baru menyelesaikan pembelajaran tatap muka hari ini. Sepulang sekolah, lokasi jalanan langsung diserbu. Ilustrasi. Foto: ANDHIKA PRASETIA
Jakarta -

Ribuan siswa terinfeksi COVID-19 saat sekolah tatap muka. Dari seluruh jenjang, siswa SD dilaporkan paling banyak tertular COVID-19.

Data dari Kemendikbudristek menunjukkan ada 1.296 klaster sekolah dan 581 di antaranya terjadi di sekolah dasar dan menyebabkan 6.908 siswa SD terkena COVID-19.

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengkhawatirkan terjadinya penularan COVID-19 pada anak. Terlebih, mereka termasuk kelompok yang belum bisa mendapatkan vaksin Corona.

"Semoga kita punya mitigasi untuk ini sehingga fasilitas medis tidak dibanjiri anak-anak. Jangan buru-buru. Sabar," tulisnya di akun media sosialnya seperti dilihat detikcom, Kamis (23/9/2021).

Sekolah diharapkan bisa mengupayakan proteksi untuk anak-anak seiring pelaksanaan tatap muka. Fasilitas dan durasi belajar harus terus diperhatikan untuk memperkecil risiko mereka tertular COVID-19.

Anak usia di bawah 12 tahun belum dikaji pemberian vaksinnya oleh ITAGI. Padahal anak juga butuh perlindungan maksimal di masa pandemi terlebih mereka sedang sekolah tatap muka.

"Ini yang dikhawatirkan. Apalagi siswa di bawah 12 tahun, yang akan menghadapi peningkatan risiko infeksi tanpa perlindungan vaksin," jelas Prof Zubairi.



Simak Video "Tempat Rawan Penularan Virus di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)