Kamis, 23 Sep 2021 15:36 WIB

Sebaran Klaster COVID-19 Sekolah Tatap Muka di PAUD-SMA, Terbanyak di Jabar!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pelajar di Tangsel baru menyelesaikan pembelajaran tatap muka hari ini. Sepulang sekolah, lokasi jalanan langsung diserbu. PTM picu klaster COVID-19 di sekolah. (Foto: ANDHIKA PRASETIA)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Data ini berdasarkan survei yang dilakukan Kemendikbudristekdipublikasikan pada situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/home/survey-ptm-dashboard-spasial, per Kamis, 23 September 2021.

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih mengupayakan aktivitas PTM terbatas yang aman.

"Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM Terbatas, mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (22/9/2021).

Berikut sebaran klaster COVID-19 PTM per Kamis (23/9/2021).

  • Provinsi Jawa Barat: 150 klaster
  • Provinsi Jawa Tengah: 131 klaster
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur: 104 klaster
  • Provinsi Sumatera Utara: 52 klaster
  • Provinsi Sumatera Barat: 51 klaster
  • Provinsi Kalimantan Barat: 50 klaster
  • Provinsi Kalimantan Tengah: 49 klaster
  • Provinsi Banten: 44 klaster
  • Provinsi Lampung: 43 klaster
  • Provinsi D.I. Yogyakarta: 41 klaster
  • Provinsi Sulawesi Selatan: 33 klaster
  • Provinsi Sumatera Selatan: 32 klaster
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat: 32 klaster
  • Provinsi Papua: 31 klaster
  • Provinsi Aceh: 30 klaster
  • Provinsi Jambi: 30 klaster
  • Provinsi Kalimantan Selatan: 29 klaster
  • Provinsi Riau: 29 klaster
  • Provinsi D.K.I. Jakarta: 25 klaster
  • Provinsi Kalimantan Timur: 19 klaster
  • Provinsi Sulawesi Tengah: 18 klaster
  • Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: 16 klaster
  • Provinsi Gorontalo: 15 klaster
  • Provinsi Bengkulu: 15 klaster
  • Provinsi Kepulauan Riau: 13 klaster
  • Provinsi Kalimantan Utara: 9 klaster
  • Provinsi Papua Barat: 9 klaster
  • Provinsi Bali: 9 klaster
  • Provinsi Maluku: 8 klaster
  • Provinsi Sulawesi Utara: 8 klaster
  • Provinsi Maluku Utara: 6 klaster
  • Provinsi Sulawesi Tenggara: 5 klaster
  • Provinsi Sulawesi Barat: 2 klaster

Sementara itu, berikut rincian klaster COVID-19 per jenjang sekolah:

-PAUD : 1,91 persen ditemukan klaster Covid-19 atau setara 251 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Jumlah guru dan siswa PAUD yang terkonfirmasi COVID-19 masing-masing sebanyak 956 guru dan 2.006 peserta didik.

-SD : 2,77 persen atau 538 klaster tercatat pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Jumlah guru dan siswa SD yang terkonfirmasi Covid-19 selama PTM terbatas sebanyak 3.166 guru dan 6.928 siswa.

SMP: Ada 244 klaster atau 3,42 persen klaster Covid-19 pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebanyak 1.482 guru dan 2.201 siswa terinfeksi Corona.

SMA: Tercatat 4,55 persen atau 109 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi klaster penularan COVID-19 selama menggelar PTM terbatas. Terdapat 797 guru dan 1.934 siswa SMA yang positif Corona.

SMK: Di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 3,07 persen atau 71 klaster COVID-19 ditemukan. Dilaporkan 605 guru dan 1.590 siswa SMK yang terkonfirmasi Covid-19.

SLB: Sebanyak 3,27 persen atau 13 klaster dilaporkan pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB). Terdapat 135 guru dan 112 siswa SLB yang terkonfirmasi Covid-19.



Simak Video "Sejumlah Guru Terpapar COVID-19 Jelang Sekolah Tatap Muka"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)