Kamis, 23 Sep 2021 19:46 WIB

Ribuan Siswa Kena Corona, Pakar Sarankan PTM Dihentikan Sementara

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Bekasi jadi salah satu daerah yang mulai gelar sekolah tatap muka. Protokol kesehatan pun diterapkan secara ketat guna cegah penyebaran virus Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Usai pembelajaran tatap muka (PTM) diselenggarakan kembali, ribuan siswa terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran karena anak termasuk kelompok yang belum bisa mendapatkan vaksin Corona

Meski mengkhawatirkan, ternyata data epidemiologi global menunjukkan kemungkinan penularan Corona pada anak tergolong sangat kecil. Bahkan jumlah klaster penularan pada anak juga rata-rata masih rendah.

"Berbasis data epidemiologi global, kalau penularan antar anak itu kecil, kecuali usia SMA ya. Tapi, kalau di bawah itu sangat amat kecil sekali dan klasternya itu 2 persen rata-rata. Dan menurut saya, angka kita (penularan di Indonesia) juga tidak terlalu jauh, tidak ada beda yang signifikan," jelas pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman pada detikcom, Kamis (23/9/2021).

Namun, kasus pada anak ini bisa semakin meningkat jumlahnya jika tidak segera dicari titik lengahnya. Dicky mengatakan kebanyakan kasus bisa terjadi karena lengahnya protokol kesehatan hingga kebiasaan buruk yang mungkin dilakukan oleh orang dewasa yang ada di sekitarnya.

"Harus dicari tahu titik-titik lengahnya, karena riset di Israel atau Eropa, dan termasuk di sini, itu (klaster Corona anak) terjadi karena ada pengabaian protokol kesehatan terutama pada orang tua atau guru. Misalnya seperti mencopot masker, makan di luar,tidak divaksinasi, atau tidak enak badan tapi tetap masuk sekolah," terangnya.

Maka dari itu, Dicky menyarankan agar kegiatan PTM di suspend sementara waktu untuk mencari sumber dari kasus penularan anak ini. Selain itu, para siswa dan guru harus dikarantina selama 2 minggu dan dilakukan 3T yang optimal.

Selain itu, meski penularannya tergolong rendah, para orang tua juga harus tetap memantau kondisi kesehatannya seperti melihat gejala COVID-19 pada anak. Gejala-gejala ini juga mirip dengan yang dialami oleh orang dewasa.

Berikut sederet gejala COVID-19 pada anak yang wajib diwaspadai:

  • Demam atau meriang
  • Batuk
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Kehilangan indra penciuman
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Hilangnya nafsu makan, terutama pada bayi berusia di bawah satu tahun.


Simak Video "Kasus COVID-19 Naik Lagi, Korea Selatan Temukan Klaster Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)