Kamis, 23 Sep 2021 23:51 WIB

Targetkan 70% Penduduk Divaksin, Pemerintah: Tak Perlu Pilih-pilih Vaksin

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Info Vaksin Bogor Terbaru, Cek di Sini! Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia kembali menerima kedatangan empat tahap vaksin dengan total sebanyak 3,4 juta dosis vaksin jadi. Vaksin tahap 74-77 ini didapatkan melalui skema pembelian langsung serta kerja sama antar negara.

Rincian keempat tahap vaksin yang tiba di Indonesia adalah sebagai berikut.
● Tahap 74, vaksin Pfizer yang didapatkan melalui pembelian langsung, sejumlah 310.050 dosis vaksin jadi.
● Tahap 75 adalah vaksin Pfizer donasi dari Pemerintah Amerika melalui mekanisme COVAX, sebanyak 871.650 dosis vaksin jadi.
● Tahap 76, yaitu 1.236.480 dosis vaksin jadi AstraZeneca, donasi dari Pemerintah Perancis dengan sistem COVAX Facility.
● Tahap 77 berupa 986.310 dosis vaksin jadi Pfizer yang diterima Indonesia melalui pembelian langsung.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Usman Kansong menyatakan dengan kedatangan 4 tahap vaksin ini, maka secara total vaksin yang telah diterima pemerintah Indonesia adalah sejumlah 271.639.790 dosis, baik dalam bentuk baku (bulk) maupun vaksin jadi.

"Dalam upaya menyediakan vaksin bagi rakyat Indonesia, pemerintah mengoptimalkan diplomasi antarnegara, dengan kerja sama yang bersifat bilateral dan multilateral. Kedatangan vaksin ini merupakan salah satu wujud keberhasilan upaya diplomasi pemerintah Indonesia, yang akan terus ditingkatkan dan dioptimalkan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Kedatangan vaksin yang berkelanjutan ini, menurut Usman, menunjukkan pada masyarakat bahwa stok vaksin aman. Dengan ketersediaan vaksin tersebut, pemerintah mengejar target vaksinasi 70% masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2021.

"Meski penularan sudah turun, program vaksinasi tidak boleh dikendorkan. Upaya mengendalikan pandemi dan membangun kekebalan komunitas harus terus kita percepat. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat," tegas Usman.

Terkait pemerataan vaksin tersebut, Usman menegaskan, pemerintah juga mendorong unsur-unsur di daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi.

Ia juga mengingatkan, seiring upaya percepatan vaksinasi, masyarakat harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker, sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru dalam hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Pujian dari berbagai pihak menandakan langkah Indonesia sudah tepat dalam pengendalian COVID-19. Hal ini, perlu lebih ditingkatkan dan dioptimalkan, dengan dukungan dan peran serta seluruh elemen bangsa. Karena seperti diketahui, pandemi adalah bencana makro yang penanganannya tidak akan berhasil bila kita bekerja secara parsial," tutup Usman Kansong.

(mul/mpr)