Jumat, 24 Sep 2021 06:28 WIB

Round Up

Seribuan Sekolah Jadi Klaster COVID-19, 25 Ditemukan di DKI

Tim detikHealth - detikHealth
Guru memberikan materi pelajaran saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kawasan SDN 13 Pagi Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (8/9). Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Lebih dari seribu sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di seluruh Indonesia. Terbanyak ditemukan di Jawa Barat, sedangkan 25 klaster ditemukan di DKI Jakarta.

Temuan ini diungkap oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam survei yang dipublikasikan di situsnya. Tercatat 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19.

Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan masih terus mengupayakan aktivitas PTM terbatas yang aman.

"Anak-anak bisa tetap belajar dari rumah jika orang tua belum yakin dan belum memberikan izin untuk mengikuti PTM Terbatas. Saya tekankan bahwa tidak ada proses menghukum dan diskriminasi bagi anak-anak yang belajar dari rumah," kata Jumeri.

Hingga Kamis (23/9/2021), berikut sebaran klaster sekolah yang ditemukan.

  • Provinsi Jawa Barat: 150 klaster
  • Provinsi Jawa Tengah: 131 klaster
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur: 104 klaster
  • Provinsi Sumatera Utara: 52 klaster
  • Provinsi Sumatera Barat: 51 klaster
  • Provinsi Kalimantan Barat: 50 klaster
  • Provinsi Kalimantan Tengah: 49 klaster
  • Provinsi Banten: 44 klaster
  • Provinsi Lampung: 43 klaster
  • Provinsi D.I. Yogyakarta: 41 klaster
  • Provinsi Sulawesi Selatan: 33 klaster
  • Provinsi Sumatera Selatan: 32 klaster
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat: 32 klaster
  • Provinsi Papua: 31 klaster
  • Provinsi Aceh: 30 klaster
  • Provinsi Jambi: 30 klaster
  • Provinsi Kalimantan Selatan: 29 klaster
  • Provinsi Riau: 29 klaster
  • Provinsi D.K.I. Jakarta: 25 klaster
  • Provinsi Kalimantan Timur: 19 klaster
  • Provinsi Sulawesi Tengah: 18 klaster
  • Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: 16 klaster
  • Provinsi Gorontalo: 15 klaster
  • Provinsi Bengkulu: 15 klaster
  • Provinsi Kepulauan Riau: 13 klaster
  • Provinsi Kalimantan Utara: 9 klaster
  • Provinsi Papua Barat: 9 klaster
  • Provinsi Bali: 9 klaster
  • Provinsi Maluku: 8 klaster
  • Provinsi Sulawesi Utara: 8 klaster
  • Provinsi Maluku Utara: 6 klaster
  • Provinsi Sulawesi Tenggara: 5 klaster
  • Provinsi Sulawesi Barat: 2 klaster

Berdasarkan jenjang pendidikan, berikut rincian klaster sekolah yang ditemukan.

PAUD

Sebanyak 1,91 persen ditemukan atau 251 klaster Pendidikan Anak Usia DIni (PAUD). Di klaster ini terdapat 956 guru dan 2.006 peserta didik yang terinfeksi.

SD

Sebanyak 2,7 persen atau 538 klaster ditemukan di jenjang Sekolah Dasar. Sebanyak 3.166 guru dan 6.928 siswa terinfeksi.

SMP

Ada 244 klaster atau 3,42 persen di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Sebanyak 1.482 guru dan 2.201 siswa terinfeksi.

SMA

Sebanyak 109 Sekolah menengah Atas atau 4,55 menjadi klaster COVID-19. Total 1.482 guru dan 2.201 siswa terinfeksi.

SMK

Sekolah menengah kejuruan menyumbang 3,07 persen atau 71 klaster, dengan 605 guru terinfeksi dan 1.590 siswa terinfeksi.

SLB

Sekolah luar biasa menyumbang 3,27 persen atau 13 klaster. Total 135 dan 112 siswa terinfeksi.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)