Jumat, 24 Sep 2021 10:43 WIB

RS PON Bantah Pendarahan Otak Tukul Arwana Dipicu Vaksin COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih. Tukul Arwana. (Foto: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mursyid Bustami menegaskan pendarahan otak seperti yang dialami Tukul Arwana tidak ada kaitannya dengan vaksin COVID-19. Kondisi stroke pendarahan otak bisa disebabkan sejumlah faktor. Ada faktor yang bisa dicegah seperti kebiasaan merokok, ada beberapa hal yang sulit dicegah seperti faktor usia dan ras.

"Kami perlu menegaskan bahwa dari berita yang beredar, mungkin perlu diklarifikasi tidak ada hubungannya antara pendarahan otak atau stroke pendarahan dengan vaksin COVID-19," ungkap dia dalam konferensi pers Jumat (24/9/2021).

"Agar ini tidak menimbulkan suatu keraguan untuk vaksinasi," sambungnya.

Mursyid melanjutkan, stroke pendarahan terjadi karena adanya pecah pembuluh darah di otak akibat tekanan yang tinggi pada pembuluh darah.

"Yang sebetulnya sudah ada potensi untuk bocor atau pecah, yang waktu tertentu tekanannya meningkat tidak kuat lagi menahan sehingga pembuluh darah itu pecah sehingga mengganggu fungsi otak di sekitarnya," jelas Mursyid Bustami.

Gejalanya tiba-tiba merasa pusing dan badan mendadak lemas. Ia menyebut 70 persen pengidap stroke pendarahan mengeluhkan sakit kepala diikuti dengan 60 persen mengalami penurunan kesadaran.

"Ada gejala lain kelemahan dari anggota gerak kemudian ada juga yang mengalami kejang banyak juga gejala yang lain," pungkas dia.

Tukul Arwana hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dirinya selesai menjalani operasi dan memasuki masa pemulihan.

Kimon, manajer Tukul Arwana, meminta doa untuk kesembuhan komedian Tukul Arwana.

"Dan juga saat ini beliau memerlukan istirahat yang intens kami mohon doanya. Saya belum bisa beri statement apa-apa karena mungkin juga pihak dokter nanti akan berikan statement dari RS," ujar Kimon saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Cawang, Jakarta Timur, Kamis (23/9/2021).



Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)