Jumat, 24 Sep 2021 14:33 WIB

Soal Seribuan Sekolah Jadi Klaster COVID-19, Ini Klarifikasi Kemendikbudristek

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Untuk menghindari paparan pandemi Covid-19, SDN Duren Tiga 01 Pagi, Jakarta, menerapkan kepada orang tua murid disaat menjemput anaknya untuk menunggu di luar lingkungan sekolah. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Kemendikbudristek mengklarifikasi informasi seribuan sekolah mencatat klaster COVID-19. Ditegaskan, 2,8 persen dari lebih 40 ribu sekolah bukan mencatat klaster, melainkan hanya laporan kasus positif Corona.

Data tersebut juga merupakan akumulasi dari awal Juli 2020. Tidak hanya dilaporkan pada sekolah yang menjalani tatap muka terbatas.

"Jadi itu adalah akumulasi sejak Juli 2020, atau tahun ajaran 2020 sampai 2021," jelas Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri dalam konferensi pers Jumat (24/9/2021).

"Jadi itu kira-kira masa 14 bulan dari perjalanan pembelajaran di Indonesia baik yangPTM maupun nonPTM,"bebernya.

Maka dari itu, Jumeri mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait sekolah tatap muka terbatas yang kembali dibuka. Hal ini dikarenakan kasus COVID-19 yang dilaporkan di sejumlah sekolah juga relatif kecil.

"2,8 persen bukan data klaster pendidikan, tapi itu adalah data yang menunjukkan satuan pendidikan yang melaporkan lewat aplikasi kita bahwa ada orang yang tertular COVID-19," sambung Jumeri.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya