Jumat, 24 Sep 2021 15:41 WIB

Kappa Cs Keluar dari VoI, Tersisa 2 Varian COVID-19 yang Dipantau WHO

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Ilustrasi varian baru Corona. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak lagi mencantumkan varian Kappa, varian Eta, dan Iota dalam kategori variant of interest (VoI). Kategori ini menggambarkan varian berpotensi mempengaruhi penularan virus, kekebalan virus melawan antibodi, dan risiko memicu peningkatan jumlah kasus.

Varian Kappa, Eta, Iota kini turun berada di klasifikasi varian dalam pemantauan. Hal ini dikarenakan jumlah deteksi ketiga varian tersebut menurun di tingkat global, regional, dan sejumlah negara berdasarkan data yang dikirim ke GISAID pertengahan September 2021.

"Daftar VOI yang direvisi saat ini sekarang mencakup varian Lambda dan Mu, keduanya beredar di Amerika Latin," tulis WHO dalam laporan mingguan, dikutip Jumat (24/9/2021).

Varian Mu juga sudah dideteksi di Jepang, hingga Selandia Baru tetapi belum ditemukan di Indonesia. Menurut pakar biologi molekuler Prof Amin Subandrio, varian Eta dan Kappa yang sudah ditemukan di Indonesia, tetapi jumlahnya relatif kecil sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Varian Eta pertama kali ditemukan 20 Januari di Kepulauan Riau, jumlah varian Eta terbanyak di Jakarta dengan 5 kasus, disusul Jabar dan Kepulauan Riau masing-masing satu kasus.

Sementara varian Kappa totalnya dua kasus, masing-masing di Jakarta dan Sumatera Selatan. Pertama kali ditemukan 14 Januari di Palembang Sumatera Selatan.

Berikut daftar terbaru klasifikasi VoI WHO:

Varian Lambda (C.37)

Pertama kali ditemukan di Peru, Desember 2020 lalu.

Varian Mu (B.1.621)

Pertama kali ditemukan di Kolombia, Januari 2021 lalu.



Simak Video "Pakar Ingatkan Kemungkinan Varian Covid-19 Baru Lahir di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)