Jumat, 24 Sep 2021 18:02 WIB

RI Waspada! Ini 'Biang Kerok' Banyak Negara Diamuk Gelombang Ketiga Corona

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama. Corona di Singapura. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Sejumlah negara mencatat lonjakan kasus di gelombang ketiga Corona. Lonjakan kasus Ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang berbeda.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan negara-negara tersebut memiliki persentase vaksinasi dosis satu yang tinggi namun tetap bisa mengalami lonjakan kasus.

Ia mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat tidak lengah meski Indonesia kini sudah merelaksasi beberapa kebijakan.

"Dengan adanya lonjakan kasus di berbagai negara dengan cakupan vaksinasi dosis pertama yang tinggi, kita tidak boleh semata-mata bergantung pada efek vaksinasi," ujar Prof Wiku dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

"Kita tidak boleh berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin terutama jika hanya vaksin dosis pertama," lanjutnya.

Prof Wiku memaparkan setidaknya 5 negara ini mengalami lonjakan kasus meski tingkat vaksinasinya sudah tinggi.

1. Singapura

Cakupan vaksinasi di Singapura sudah mencapai 79,12 persen. Di Singapura, relaksasi kebijakan dilakukan dengan fokus pada penguatan 3T dan cakupan vaksinasi.

Namun, Prof Wiku menyebut Singapura kurang berfokus pada pencegahan yaitu protokol kesehatan di tempat umum. Akibatnya, muncul klaster baru seperti klaster restoran, tempat makan di bandara, tempat karaoke, mall, hingga terminal bus.

2. Finlandia

Di Finlandia cakupan vaksinasi sudah mencapai 73,99 persen. Meski demikian, peningkatan kasus COVID-19 terjadi karena klaster sepak bola yang datang dari Rusia dan masuk ke Finlandia tanpa dilakukan tes screening.

Selain itu, masyarakat Finlandia cenderung tidak merespon pada upaya tracing yang dilakukan pemerintah sehingga menghambat antisipasi lonjakan dan penagangan kasus sejak dini.

3. Inggris

Vaksinasi di Inggris sudah mencapai angka 71,28 persen. Inggris diketahui telah melakukan relaksasi aktivitas sosial ekonomi dan mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka sehingga memunculkan klaster sekolah.

Pembelajaran tatap muka yang kurang berhati-hati dan memperhatikan kesiapan unsur semua aspek yang terlibat menyebabkan kasus COVID-19 meningkat.

4. Jepang

Di Jepang, angka vaksinasi mencapai angka 69,84 persen. Namun, penambahan kasus COVID-19 di Jepang berkaitan dengan diselenggarakannya Olympic Games.

Selain itu, meskipun pembatasan ketat diterapkan dalam penyelenggaraan Olympic Games, nyatanya hal ini masih berpengaruh secara signifikan terhadap pola kegiatan masyarakat di Jepang.

Masyarakat cenderung berkerumun untuk menonton pertandingan bersama-samadi ruang publik seperti bar, kafe, maupun restoran.

5. Amerika Serikat

Prof Wiku menyebut cakupan vaksinasi sebesar 63,04 persen di Amerika Serikat tidak dibarengi dengan pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik.

"Penggunaan masker yang tidak menjadi kewajiban di beberapa tempat umum di saat aktivitas sosial ekonomi sudah berjalan normal menjadi salah satu penyebab adanya kenaikan kasus," jelasnya.



Simak Video "Waspada Gelombang Ketiga Corona, Ayo Belajar dari 3 Bulan Lalu!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)