Jumat, 24 Sep 2021 18:58 WIB

Round Up

Heboh Klaster Sekolah Tatap Muka Ternyata Miskonsepsi, Ini Faktanya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sekolah di Kabupaten Bandung gelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kegiatan itu digelar dengan terapkan protokol kesehatan Guna cegah COVID-19. Sekolah tatap muka (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta -

Lebih dari seribu sekolah di Indonesia disebut-sebut menjadi klaster COVID-19 terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan ada miskonsepsi dalam informasi tersebut.

Informasi yang diklaim sebagai miskonsepsi bermula dari pernyataan Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek, Jumeri dalam diskusi daring Selasa (21/9/2021). Ia menyebut hasil survei menunjukkan 2,8 persen melaporkan klaster COVID-19.

"Angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukanlah data klaster Covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19," kata Jumeri, Jumat (24/9/2021), meluruskan kesalahpahaman yang beredar.

"Sehingga, lebih dari 97 persen satuan pendidikan tidak memiliki warga sekolah yang pernah tertular Covid-19," lanjutnya.

"Jadi belum tentu klaster," tegasnya.

Lebih lanjut, Jumeri menjelaskan bahwa penularan COVID-19 belum tentu terjadi di satuan pendidikan. Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei.

"Satuan pendidikan tersebut ada yang sudah melaksanakan PTM Terbatas dan ada juga yang belum," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Soroti Klaster Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]