Sabtu, 25 Sep 2021 08:46 WIB

Terus Cetak Rekor Kasus COVID-19, Singapura Kembali Terapkan WFH

Firdaus Anwar - detikHealth
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama. Foto: Getty Images
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Singapura terus meningkat dan mencapai rekor tertinggi 1.650 kasus pada hari Jumat (24/9/2021). Singapura akhirnya kembali menerapkan kebijakan pembatasan, melarang pertemuan lebih dari dua orang dan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Singapura tadinya berencana hidup damai dengan COVID-19 dan mulai melakukan pelonggaran. Kebijakan tersebut didasari modal cakupan vaksinasi yang sudah tinggi, lebih dari 80 persen populasi.

Salah satu kepala Satgas COVID-19 Singapura, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, mengakui keputusan untuk kembali menerapkan upaya pembatasan jadi hal yang sulit. Tapi ini penting dilakukan agar sistem kesehatan tidak kewalahan dengan peningkatan kasus.

Sebagian besar kasus positif COVID-19 yang dilaporkan di Singapura memang hanya bergejala ringan. Namun, orang-orang tetap memilih berobat ke rumah sakit (RS).

"Kebijakan ini bisa membantu kita menekan kecepatan penyebaran virus sehingga menghindari sistem kesehatan terbebani berlebihan," kata Gan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/9/2021).

Kementerian Kesehatan Singapura mengimbau agar para pasien positif bergejala ringan cukup mengisolasi diri di rumah atau fasilitas yang sudah disediakan. RS disiapkan untuk menangani pasien COVID-19 yang lebih membutuhkan, biasanya para lansia atau individu yang belum atau tidak bisa mendapat vaksinasi.



Simak Video "Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)