Sabtu, 25 Sep 2021 17:36 WIB

Epidemiolog Soroti Munculnya COVID-19 Varian R.1, Mungkinkah Seganas Delta?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Ilustrasi varian Corona. (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyoroti varian R.1 yang kini cukup menarik perhatian dunia, khususnya di Amerika Serikat. Dicky mengatakan keberadaan varian R.1 di tengah mendominasinya varian Delta saat ini perlu diwaspadai.

Dicky mengungkapkan saat ini masih belum ada perbandingan yang jelas antara varian R.1 dengan varian Delta. Masih diselidiki bagaimana perbandingan percepatan penularannya maupun potensinya dalam menularkan virus.

"Namun yang jelas dengan keberadaan varian ini di tengah mendominasinya Delta, tentu menunjukkan ada potensi kecepatan ataupun efektivitas dari varian ini dalam menginfeksi. Yang bisa jadi tidak kalah atau mendekati dari varian Delta," jelasnya pada detikcom, Sabtu (25/9/2021).

"Ini yang masih diteliti lebih jauh, karena sekali lagi adanya fakta bahwa dia (varian R.1) terus menyebar di tengah Delta yang mendominasi ini menjadi catatan yang sangat penting," imbuhnya.

Dicky menjelaskan varian R.1 ini memiliki 5 mutasi yang juga terdapat pada varian-varian Corona yang masuk ke dalam kategori varian of concern (VoC). Seperti diketahui, varian VoC itu mudah menular dan bisa berpengaruh pada antibodi manusia.

Jadi meski belum menyebar luas seperti Delta, Dicky mengatakan varian R.1 ini tetap memiliki potensi berbahaya.

"Karena varian R.1 ini memiliki 5 mutasi yang ada di varian-varian yang ada dalam kategori varian of concern (VoC). Jadi, umumnya mutasi yang menyebabkan varian masuk VoC itu bisa cepat menular, menyebabkan keparahan, menurunkan secara bermakna efikasi antibodi. Ini yang harus jadi catatan lagi,"

Dicky mengungkapkan varian R.1 ini dideteksi pertama kali di Jepang pada Januari 2021. Varian itu diidentifikasi muncul dari satu keluarga, bukan dari perjalanan dari luar.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengkategorikan varian R.1 ini masuk ke dalam variant of concern (VoC) maupun variant of interest (VoI). Varian R.1 saat ini masuk dalam kategori 'Variant Under Monitoring'.

Dalam daftar pantauan varian COVID-19, WHO menyebut varian R.1 ini pertama kali terdeteksi pada Januari 2021 di 'multiple countries'. Tetapi, banyak juga sumber yang mengatakan bahwa varian ini muncul pertama kali di Jepang, sehingga disebut sebagai 'varian asal Jepang'.



Simak Video "Potensi Penularan Varian Covid-19 R.1 yang Tengah Merebak di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)