Sabtu, 25 Sep 2021 19:01 WIB

Viral Curhatan Dokter Hewan Tak Dapat Booster Vaksin, Dianggap Bukan Nakes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Vaksin Moderna yang diberikan sebagai vaksin booster untuk nakes. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Di media sosial Twitter viral cuitan dari seorang dokter hewan yang mengeluh profesinya tidak jadi prioritas mendapat dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19. Indonesia memang telah mengizinkan pemberian booster, namun hanya untuk tenaga kesehatan (nakes).

Pengguna dengan nama akun @yutaberry mengatakan dokter hewan selama ini memang tidak dianggap sebagai nakes. Dokter hewan berada di bawah kewenangan Kementerian Pertanian, berbeda dari profesi lainnya yang ada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan.

"Kepada Yth. Bapak Luhut Pandjaitan. Semoga bapak menyimak isi hati kami, dokter hewan yang tengah berjuang demi bisa mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Karena kami dianggap bukan nakes, Pak. Jadi tidak diprioritaskan untuk dapat booster vaksin ketiga. Sangat disayangkan, Pak," tulis @yutaberry di Twitter pada Jumat (24/9/2021) dan sudah mendapat lebih dari 3.000 retweet.

Berbicara pada detikcom, @yutaberry mengaku curhatannya dipicu oleh unggahan media sosial dari akun diduga milik salah satu dinas kesehatan kota di Indonesia. Dalam unggahan tersebut para nakes diajak mendapat vaksinasi dosis ketiga dengan vaksin Moderna, kecuali untuk dokter hewan.

"Kalimat di postingan IG (Instagram -red) tersebut membuat kami merasa semakin dipersulit. Postingan asli tersebut sudah dihapus oleh pihak dinkes," ungkap @yutaberry dan dikutip pada Sabtu (25/8/2021).

"Kami dokter hewan tetap sabar menunggu giliran vaksin kami kok. Sejak awal, kami semua selalu berjuang sendiri untuk bisa ikut program vaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Booster Gratis dan Berbayar"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)