Sabtu, 25 Sep 2021 22:22 WIB

Kisah Pilu Penderita Gagal Ginjal, Harus Cuci Darah Rutin 2 Kali/Minggu

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
JKN-KIS Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

I Putu Suana (32) benar-benar tidak menyangka masa mudanya yang begitu produktif harus terganggu oleh aktivitas pengobatan cuci darah yang ia lakukan secara rutin setiap 2 kali seminggu. Suana dinyatakan menderita gagal ginjal oleh dokter di salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Karangasem tempatnya berobat.

Tepatnya tahun 2017, Suana mengalami mual dan pusing bahkan sampai tidak sadarkan diri sehingga dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa salah satu ginjalnya tidak berfungsi sehingga harus menjalani rawat inap dan cuci darah secara rutin sebanyak 1 kali seminggu.

"Saya begitu kaget ketika dokter menyatakan ginjal saya tidak berfungsi dan wajib menjalani cuci darah setiap seminggu sekali, namun apa boleh buat, demi kesembuhan, saya siap menjalaninya, syukur memiliki JKN-KIS yang menjamin semua biaya pengobatan saya," ungkap Suana dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Alih-alih kondisi membaik, justru saat ini kedua ginjal Suana dinyatakan tidak berfungsi. Oleh karenanya, ia harus menjalani pengobatan yang lebih intensif dengan obat-obatan dan cuci darah 2 kali seminggu.

"Saat ini saya harus menjalani cuci darah 2 kali seminggu, semua saya jalani dengan baik dan disiplin agar saya dapat beraktivitas dan bekerja membantu keluarga," jelasnya.

Suana yang saat ini bekerja sebagai pekerja lepas hanya mengandalkan penghasilannya yang tidak menentu untuk membantu keluarganya, sebab ia tidak boleh kelelahan karena dapat membuatnya drop hingga membuat penyakitnya kambuh.

Ia lantas bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS karena dirinya tidak perlu memikirkan biaya pengobatan lagi lantaran program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu telah menjamin seluruh biaya pengobatannya hingga cuci darah rutin yang ia jalani sampai saat ini.

"Saya yakin biaya pengobatan cuci darah pasti tidak murah, jika tidak ada JKN-KIS yang menjamin, saya pasti akan merasakan kesulitan dengan kondisi ekonomi keluarga kami saat ini," pungkasnya.

(mul/up)