Minggu, 26 Sep 2021 13:44 WIB

Gelombang 3 COVID-19 RI Diprediksi Akhir Tahun, Mungkinkah Terjadi?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Seiring melambatnya penambahan kasus baru harian COVID-19, Indonesia disebut-sebut perlu mengantisipasi potensi gelombang ketiga COVID-19. Karena PPKM, pakar menyebut ada kemungkinan gelombang ketiga COVID-19 RI mundur ke akhir 2021.

"Karena sebelumnya saya selalu sampaikan potensi gelombang ketiga ada September, ini potensi gelombang ketiga mundur, tadinya Oktober, mundur lagi Desember," terang pakar epidemiologi Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman dalam diskusi daring, Jumat (17/9/2021).

"Karena pemerintah memperpanjang PPKM, jadi ini kan estimasi prediksi (juga mengacu) ketika ada intervensi yang kuat. PPKM level ini efektif, makanya jangan sampai kita abai dalam indikator-indikator pelonggaran, termasuk vaksinasi, jadi masukkan di situ kombinasi 3T, 3M," sambungnya.

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane memaparkan hal berbeda. Ia menegaskan prediksi soal ada atau tidaknya lonjakan kasus COVID-19 tak hanya dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat.

Mengingat, meski sudah ada pembatasan mobilitas seiring libur Lebaran 2021, peningkatan eksponensial tetap terjadi disebabkan Unusual Epidemic Event (UEE) yakni kemunculan varian Delta.

"Epidemiolog juga melakukan prediksi, tapi bukan untuk memprediksi kenaikan dan penurunan jumlah kasus, tapi untuk membuat strategi pengendalian yang efektif dan efisien. Terutama merencanakan logistik dan pelayanan kesehatan jika terjadi peningkatan," terang Pane pada detikcom, Senin (20/9/2021).

"Sepanjang pengendalian dilakukan secara sistematis, mestinya ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial kita tidak terpengaruh. Yang jadi persoalan analisis tersebut mewarnai kebijakan, tapi tidak mampu memprediksi Unusual Epidemic Event seperti serangan Delta kemarin," sambungnya.

Diwaspadai Satgas

Dalam kesempatan lainnya, Satgas COVID-19 mengakui adanya potensi gelombang ketiga COVID-19 di RI. Meski tanpa prediksi waktu, Satgas optimistis gelombang ketiga masih bisa dicegah dengan penerapan protokol kesehatan secara optimal.

"Third wave (gelombang ketiga) ini bukan hal tidak mungkin. Bahkan besar kemungkinan bisa terjadi bila masyarakat tidak taat protokol kesehatan. Jadi tentu kampanye yang akan kami terus-menerus serukan kepada masyarakat adalah ayo pakai masker, dijaga jaraknya, dijaga kebersihannya," terang anggota Satgas Penanganan COVID-19 Sub Bidang Mitigasi, dr Fala Adinda, Selasa (21/9/2021).

"Jika itu semua bisa konsisten, dilakukan di seluruh lapisan masyarakat, mudah-mudahan third wave tidak terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)