Minggu, 26 Sep 2021 17:57 WIB

Ancaman Gelombang Ketiga COVID-19 RI Bisa Banget Dicegah, Begini Caranya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Seiring meredanya COVID-19 di Indonesia, sejumlah pihak menyebut RI perlu waspada soal potensi gelombang ketiga di akhir 2021, berdekatan momen Natal dan Tahun Baru. Terlebih mengingat, lonjakan kasus yang terjadi pada Juli 2021 diyakini tak terlepas dari pengaruh mobilitas masyarakat semasa libur Lebaran.

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menegaskan potensi gelombang ketiga sebenarnya tak perlu dipikirkan, selama temuan varian Corona baru bisa dicegah masuk RI. Pasalnya, lonjakan kasus yang terjadi Juli 2021 dipicu oleh temuan varian Delta yang menular lebih cepat dibanding varian-varian lainnya.

"Jangan mikirin gelombang ketiga. Yang kita pikirkan bagaimana supaya lonjakan kasus seberapa pun besarnya itu tidak terjadi, dan itu sangat dipengaruhi selama beberapa bulan ini tidak ada varian baru," terangnya dalam diskusi daring, Minggu (26/9/2021).

"Tidak ada varian baru yang lebih cepat penularannya dibanding varian Delta, makanya kita bisa lebih tenang. Tapi bukan tenang seratus persen," lanjutnya.

Menurutnya vaksinasi dan pembatasan mobilitas menjadi kunci untuk mencegah potensi lonjakan kasus COVID-19. Dengan vaksinasi, pun kelak terjadi lonjakan kasus, diharapkan pasien-pasien tidak bergejala berat dan pelayanan kesehatan masih bisa menampung.

"Vaksinasi itu sudah terbukti bisa melindungi, bukan dari terinfeksi, tapi melindungi agar tidak menjadi COVID berat sehingga dirawat di RS dan melindungi agar risiko meninggal kecil. Kalau ada penularan pun, tidak terjadi kolaps pelayanan kesehatan," beber Pandu.

Sedangkan terkait mobilitas, Pandu mengingatkan penyebaran varian Delta pada Juli 2021 dipicu oleh mobilitas masyarakat. Meski kini masyarakat sudah diperbolehkan bergerak, ia menegaskan jangan sampai mobilitas dilakukan berbarengan secara masif.

"Dengan adanya Delta kemudian menyebar sehingga terjadilah gelombang ketiga. Jadi Natal dan Tahun Baru janganlah ada lagi liburan bersama. Kalau liburan bersama itu mendorong penduduk gerak masif," pungkasnya.

Simak juga: Wanita Cantik Asal Bandung, Ahli 'Bongkar' Tulang dan Sendi

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/up)