Senin, 27 Sep 2021 18:45 WIB

Soal Ribuan Siswa-Guru Positif COVID Usai PTM, Ini Tanggapan Mendikbudristek

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mendikbud Nadiem Makarim Foto ilustrasi: Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merespons kabar terkait munculnya klaster sekolah usai pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan kembali. Nadiem menyebut informasi soal ada sekitar 15.000 siswa dan 7.000 guru positif COVID-19 itu belum tentu kebenarannya.

Sebab, angka-angka tersebut berasal dari data laporan mentah yang ternyata masih banyak kesalahan atau error-nya.

"Angka yang kemarin disebut 15.000 murid dan 7.000 guru positif COVID-19 itu berdasarkan laporan data mentah yang ternyata banyak sekali errornya," tegas Nadiem dalam Keterangan Pers Menko dan Menteri terkait Hasil Ratas PPKM, Senin (27/9/2021).

Sebagai contoh, lanjut Nadiem, banyak yang melaporkan bahwa jumlah kasus positif COVID-19 itu justru melampaui jumlah murid yang ada di sekolah-sekolah tersebut. Untuk itu, Nadiem berpesan agar masyarakat berfokus pada data yang disampaikan dari Kementerian Kesehatan.

"Jadi, sekali lagi kita harus berfokus pada data yang ada, terutama data dari Kemenkes yang telah mendapat berbagai macam test result dan melakukan sampling," kata Nadiem.

Sebelumnya, beredar isu bahwa ribuan siswa dan guru dikabarkan positif COVID-19 saat PTM kembali dilaksanakan. Isu tersebut menyebutkan ada 15.000 siswa dan 7.000 guru positif COVID-19 yang datanya berasal dari laporan yang disampaikan oleh 46.500 satuan pendidikan yang ternyata belum diverifikasi, sehingga masih ditemukan adanya kesalahan.

Hal ini dianggap menimbulkan kekhawatiran, sebab sebagian anak-anak termasuk kelompok yang belum bisa divaksinasi dan tetap berisiko terinfeksi Corona.



Simak Video "Tempat Rawan Penularan Virus di Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)