Senin, 27 Sep 2021 20:53 WIB

Hampir Setahun Sembuh dari COVID-19, Wanita Ini Masih Mengalami Parosmia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Woman pinches nose with fingers looks with disgust away something stinks bad smell isolated on gray background. Foto: iStock
Jakarta -

Berbagai gejala bisa saja muncul saat seseorang terinfeksi COVID-19. Bahkan gejala tersebut masih bisa dirasakan meski orang tersebut sudah sembuh dari infeksi virus Corona, atau disebut sebagai long Covid.

Hal ini dialami oleh seorang wanita asal South Wales, Australia, yang bernama Ellisha Hughes. Wanita yang bekerja sebagai guru ini pertama kali terinfeksi COVID-19 pada November 2020 lalu.

Saat itu, penyakit tersebut hanya dialami Ellisha dalam waktu yang singkat. Ini yang membuatnya berpikir bahwa dirinya sudah sembuh total dari COVID-19. Namun, sayangnya beberapa bulan kemudian ia mulai merasa ada yang tidak beres dengan indra penciumannya.

Ellisha mengalami kerusakan saraf di hidungnya atau dikenal dengan parosmia yang mengganggu selera makan dan penciumannya. Ia mengatakan beberapa bahan makanan seperti bawah merah, bawang putih, cokelat, telur, daging, hingga kopi memiliki bau yang aneh.

"Satu-satunya cara saya bisa menggambarkan rasa dan baunya adalah seperti bahan kimia, sampah busuk, dan bensin yang dicampur menjadi satu," jelasnya yang dikutip dari The Sun, Senin (27/9/2021).

Ellisha pertama kali menyadari hal ini saat dirinya sedang bersama dengan beberapa temannya. Saat itu, ia tidak merasakan apapun saat menyantap makanannya.

Beberapa minggu setelah itu kondisi parosmia Ellisha semakin memburuk. Hal ini membuatnya hampir tidak bisa mengonsumsi makanan apapun. Selama itu ia merasa kualitas hidupnya menurun dan kesehatan mentalnya juga terpukul.

Saat Ellisha mengunjungi dokter umum untuk pertama kalinya, dokter mengatakan apa yang ia alami bersumber dari dalam kepala. Bahkan dokter sampai menawarinya obat antidepresan.

"Dokter awalnya menawari saya antidepresan, saya tolak. Kemudian mereka memberi saya kalori shake agar kalori tubuh saya bisa terpenuhi. Saya kira saya tidak makan apa-apa dalam seminggu," kata Ellisha.

Akibat dari parosmia yang dialami, ia harus memasak semua makanannya sendiri. Ellisha tidak bisa membeli makanan siap saji lagi karena merasa tidak cocok lagi di perut.

"Saya tidak bisa pergi ke toko dan membeli makanan siap saji atau pizza. Ini gila. Saya harus memasak semuanya sendiri," lanjutnya.

Bahkan saat kembali mengajar di kelas, ia tidak tahan dengan bau yang berbeda-beda dari makan siang muridnya. Bau yang muncul membuatnya merasa sangat sakit hingga menangis dan harus makan siang sendirian di dalam mobil.



Simak Video "Temuan WHO: Seperempat Penyintas Corona di Dunia Alami Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)