Selasa, 28 Sep 2021 05:15 WIB

Round Up

Tudingan Wamenkes Soal 'Varian Preman' Biang Kerok Amukan COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Varian 'preman' B1617.2 dituding jadi pemicu lonjakan COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)

Wamenkes juga menyinggung banyaknya warga dengan kategori 'hitam' di PeduliLindungi, masih berkeliaran mencoba masuk mal. Warga dengan kategori ini adalah mereka yang positif COVID-19 dan seharusnya menjalani isolasi, serta kontak erat yang seharusnya tidak berkeliaran.

"Hasil scan PeduliLindungi ternyata ada 5.241 pengunjung tidak sehat atau masuk kategori hitam. Ini adalah kasus positif atau kontak erat yang beredar di mana-mana," kata Wamenkes.

Dari angka tersebut, sebagian besar terjaring dalam screening di pusat perbelanjaan yakni sebanyak 3.876 kasus. Di sektor tersebut juga ditemukan 181.268 kasus dengan kategori merah, yang artinya belum vaksin.

Di sektor pariwisata, kategori hitam juga ditemukan di restoran sebanyak 127 kasus dan bioskop sebanyak 111 kasus.

"Ini yang kita harus hati-hati, masih banyak yang berkeliaran dan mencoba untuk masuk. Dengan PeduliLindungi ini kita bisa skrining supaya yang benar-benar masuk adalah yang tidak menularkan," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)