Selasa, 28 Sep 2021 07:31 WIB

Round Up

Bos Pfizer Prediksi Pandemi COVID-19 Berakhir Tahun Depan, Asal...

Ayunda Septiani - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Foto ilustrasi. (Foto ilusttasi: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

CEO Pfizer Albert Bourla buka suara soal ramalan kapan pandemi COVID-19 berakhir dan masyarakat dapat kembali hidup normal.

Ia menyebut bahwa pandemi yang disebabkan virus COVID-19 baru ini akan berakhir dalam setahun ke depan.

"Dalam setahun, saya pikir kita dapat kembali ke kehidupan normal," papar Bourla dalam sebuah wawancara mengutip laporan ABC News, Minggu (26/9/2021).

Meski begitu, Bourla menyebut bahwa prediksinya ini dapat tercapai bila tidak ada lagi varian ganas yang timbul. Maka dari itu, ia mengingatkan vaksinasi COVID-19 tetap terus dilakukan.

"Saya tidak berpikir bahwa ini berarti varian tidak akan terus datang, dan saya tidak berpikir bahwa ini berarti bahwa kita harus dapat menjalani hidup kita tanpa vaksinasi," tambahnya.

Hal yang sama juga sebelumnya telah diutarakan oleh CEO Moderna, Stephane Boncel dalam wawancara dengan media Swiss.

Ia mengatakan, pandemi COVID-19 akan berakhir pada pertengahan tahun depan dengan asumsi kapasitas produksi yang berkembang dan konsumsi vaksin yang semakin menjangkau seluruh elemen masyarakat.

"Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri selama enam bulan terakhir, dosis yang cukup harus tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di dunia ini dapat divaksinasi," ujarnya dikutip Kamis (23/9/2021).

Untuk mewujudkannya, Bourla menyebut kemungkinan vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan setiap setahun sekali. Hal ini untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus COVID-19 yang dapat menurun seiring berjalannya waktu.



Simak Video "Epidemiolog Prediksi Pandemi Corona Berlangsung Minimal 3 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)