Selasa, 28 Sep 2021 12:03 WIB

Pakar Prediksi Setengah Warga RI Kebal Corona Akhir 2021, Gelombang-3 Aman?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Indonesia kehilangan momen perayaan kemeriahan Dirgahayu Republik Indonesia selama 2 tahun yaitu 2020 dan 2021 karena pandemi COVID-19. Ilustrasi. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Penambahan kasus baru COVID-19 RI relatif melambat, dibarengi penggecaran vaksinasi COVID-19. Namun sejumlah pihak menyebut, Indonesia belum bebas dari risiko lonjakan kasus atau gelombang ketiga COVID-19.

Ahli Biostatistik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr Iwan Ariawan, M.S.P.H menyebut sekitar 55 persen penduduk Indonesia diprediksi sudah mempunyai kekebalan dari COVID-19 pada akhir 2021.

Namun ia menegaskan angka tersebut tak menjamin keamanan masyarakat 100 persen. Sebab masih ada kemungkinan, lonjakan kasus ada karena mutasi Corona baru.

"Vaksin itu nggak ada yang 100 persen. Kecepatan vaksinasi sekarang sampai akhir tahun ini, prakiraan kami ada sekitar 55 persen penduduk Indonesia yang punya kekebalan atau imunitas terhadap COVID-19. Bisa dapat dari vaksinasi, atau dia tertular kena infeksi," ujarnya dalam konferensi pers virtual terkait risiko gelombang ketiga COVID-19 RI, Selasa (28/9/2021).

"Kita bisa lihat cukup banyak ya? Tapi masih separuh, yang belum punya kekebalan terhadap COVID mereka bisa kena. 50 persen dari penduduk Indonesia ini banyak," sambungnya.

Tak selalu dibawa oleh pendatang dari luar negeri, mutasi baru juga bisa datang dari dalam negeri. Misalnya, karena penularan akibat mobilitas yang masif.

Ia khawatir jika kelak muncul mutasi Corona baru, cakupan vaksinasi dan kekebalan masyarakat tak efektif lantaran mutasi baru tersebut memiliki kemampuan 'kabur' dari vaksin COVID-19.

"Bisa terjadi juga mutasi. Kalau mutasi, merepotkan. Yang sudah divaksin bisa kena juga karena mutasi baru yang lebih ganas. Lebih ganas, kita yang sudah divaksin nggak mempan lagi vaksinnya," beber dr Iwan.

"Kita harus hindari penularan sebisa mungkin kita hindari, supaya tidak terjadi penularan lagi," pungkasnya.



Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)