Selasa, 28 Sep 2021 14:14 WIB

6 Upaya yang Bisa Dilakukan Saat Bertemu Orang yang Ragu Vaksin COVID

Jihaan Khoirunnisa - detikHealth
Amankah minum kopi setelah vaksinasi Covid-19? Berikut penjelasan para ahli. Foto: iStock
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya untuk mengatasi pandemi, termasuk di Indonesia. Meski demikian, masih ada sebagian orang yang ragu dengan vaksin COVID-19. Padahal, saat ini pemerintah telah menggunakan vaksin yang aman dan efektif, serta lolos penelitian dan uji klinis.

Pernah bertemu dengan orang yang ragu vaksin COVID-19? Direktur Yale Institute for Global Health Dr. Saad Omer memaparkan ada enam hal yang dapat dilakukan sebagai berikut.

1. Berempati

Dr. Omer menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan adalah menanggapi permasalahan mendasar yang mereka rasakan. Anda perlu menunjukkan rasa empati. Misalnya saat ada yang mengeluhkan sulitnya beraktivitas akibat COVID-19, sampaikan bahwa saat ini ruang publik akan dapat diakses kembali jika semua orang menerima vaksin. Ajaklah juga mereka untuk berdiskusi tentang COVID-19 serta dampak negatifnya yang meluas.

"Pastikan bahwa mereka merasa didengar. Jangan berfokus hanya pada vaksin karena vaksin hanya salah satu aspek dan fokus hanya pada vaksin justru menurunkan peluang keberhasilan kita dalam meyakinkan mereka," ujar Dr. Omer dikutip dari website resmi covid19.go.id.

2. Jangan Dominasi Percakapan

Ketika diskusi berlangsung, cobalah simak dan pahami sudut pandang mereka. Hindari mendominasi percakapan, terlalu cepat mengoreksi pendapatnya, atau bahkan memotong pembicaraan.

"Anda tidak perlu setuju dengan informasi yang salah, namun Anda bisa berempati dan melanjutkan percakapan alih-alih mengakhiri atau menyudahi diskusi," kata Dr. Omer.

3. Ajak Berbuat Positif

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang takut untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Untuk itu, Anda perlu menyemangati dan mengingatkan mereka untuk berbuat positif bagi diri sendiri dan semua orang. Salah satunya dengan mendapatkan vaksinasi COVID-19.

4. Jangan Fokus pada Mitos

Mitos atau misinformasi seputar vaksin COVID-19 juga kian menyebar di masyarakat sehingga perlu segera diluruskan. Namun, hal ini tentunya diperlukan strategi khusus, salah satunya dengan memberikan fakta vaksin COVID-19 aman dan efektif. Selain itu, cobalah untuk berikan isyarat soal misinformasi dan sebutkan kekeliruan (mitos) yang sedang ditanggapi.

"Hal yang terpenting adalah menggantikan misinformasi dengan informasi yang benar," tegas Dr. Omer.

5. Gunakan Pendekatan Komunikasi

Saat berdiskusi, cobalah untuk menerapkan metode komunikasi presumtif dan asumsikan mereka akan menerima vaksinasi. Menurut Dr. Omer, dalam situasi ini, kita tidak mengambil alih otonomi seseorang terhadap dirinya, melainkan menetapkan suatu keadaan secara lisan.

"Contoh metode ini adalah 'Yuk, kita vaksinasi!'," ungkapnya.

6. Jangan Berkecil Hati

Berdiskusi dengan orang yang skeptis atau ragu terhadap vaksin COVID-19 akan membutuhkan waktu dan kesabaran. Pasalnya, upaya mengubah pikiran seseorang soal vaksin adalah proses yang panjang. Orang-orang yang menolak vaksin dengan keras juga tidak akan berubah hanya melalui satu kali diskusi. Untuk itu, Dr. Omer menyarankan agar tetap berbesar hati dan menjalin komunikasi baik dengan mereka.

"Kuncinya adalah dengan tetap menjalin hubungan baik dengan mereka," ucap Dr. Omer.

"Jika semua upaya telah dilakukan namun belum berhasil, itu bukanlah salah Anda. Yang terpenting telah berusaha dengan maksimal untuk kebaikan bersama. Jangan menyerah dan tetap edukasi mereka-mereka yang ragu terhadap vaksin demi hidup damai berdampingan dengan COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)