Selasa, 28 Sep 2021 15:18 WIB

Samakah Vaksin COVID-19 Bio Farma dan Sinovac? Ketahui Fakta-fakta di Baliknya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kemasan vaksin COVID-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww. Apakah benar vaksin Bio Farma adalah Sinovac? (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta -

Apakah benar vaksin Bio Farma adalah Sinovac? Kedua jenis vaksin ini memang kerap membingungkan masyarakat.

Tak sedikit orang yang menduga vaksin COVID-19 hasil produksi Bio Farma bukanlah vaksin Sinovac. Pasalnya, mereka memiliki nama dan kemasan vaksin yang berbeda.

Perlu diketahui, vaksin Sinovac yang datang dari China ada dua macam, yaitu vaksin dalam bentuk jadi atau siap pakai dan vaksin yang masih berbentuk bahan baku (bulk).

Bio Farma sendiri bertugas untuk memproduksi vaksin Sinovac yang masih dalam bentuk bulk. Ketika vaksin tersebut sudah diproduksi, Bio Farma mendistribusikannya ke seluruh Indonesia.

Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa vaksin Bio Farma adalah Sinovac. Keduanya terbuat dari jenis bahan baku yang sama, yakni berasal dari inactivated virus, dan dapat memberikan perlindungan terhadap paparan COVID-19.

Apa benar tidak ada bedanya vaksin Bio Farma dan Sinovac?

Terkait hal ini, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir pernah mengatakan bahwa vaksin Sinovac dan vaksin COVID-19 hasil produksinya berbahan baku sama. Hanya saja keduanya memiliki nama dan kemasan yang berbeda.

Vaksin COVID-19 hasil produksi Bio Farma disebut COVID-19 Vaccine, sementara vaksin Sinovac memiliki nama CoronaVac.

"Untuk diketahui bahwa kemasan vaksin COVID-19 kali ini akan diberi nama COVID-19 Vaccine. Ini memiliki kemasan yang berbeda dengan sebelumnya yang didistribusikan yaitu CoronaVac," ujarnya di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/2/2021).

Kemudian vaksin Sinovac yang tiba dari China dikemas dalam bentuk single dose atau dosis tunggal. Satu dus berisi 40 vial atau 40 dosis.

Sementara vaksin COVID-19 hasil produksi Bio Farma dikemas dalam bentuk multidose, di mana satu vial berisi 10 dosis. Vaksin dikemas dalam dus berisi 10 vial.

"Perbedaan kemasan ini tidak akan membedakan kualitas dari vaksin COVID-19 tersebut," tegas Honesti.

Selain itu, kedua vaksin COVID-19 ini telah mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin Sinovac mendapat EUA pada 11 Januari 2021, sedangkan vaksin Bio Farma pada 16 Februari 2021.

Keduanya sama-sama diberikan dalam rentang waktu 28 hari, antara dosis pertama dan kedua. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu bingung lagi, karena vaksin Bio Farma adalah Sinovac.



Simak Video "Kamboja Berikan Vaksin Sinovac pada Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)