Selasa, 28 Sep 2021 16:00 WIB

Ini Pemicu Lonjakan COVID-19 Singapura, RI Diminta Waspada

Vidya Pinandhita - detikHealth
Singapura kembali memperketat pembatasan imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari terakhir. Padahal hampir 3 minggu Singapura membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19. Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Ore Huiying)
Jakarta -

Seiring pandemi COVID-19 di RI yang dikabarkan memulih, Singapura mencatat rekor kasus COVID-19. Mengingat aturan keluar-masuk Singapura ketat, lantas apa pemicu lonjakan kasus tersebut?

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, memaparkan persoalan terberat Singapura kini adalah penularan di dalam komunitas jauh lebih besar dibanding kasus impor yang tercatat jauh lebih rendah. Bahkan diketahui, hanya terdapat 4 atau 5 kasus impor di Singapura.

"Sebetulnya jumlah orang yang dirawat itu cukup kecil. Di tanggal 5 September kasusnya meningkat sehingga kemudian angka bed occupancy rate (BOR) tinggi. Ini yang kemudian menjadi masalah. Kalau kita lihat sekarang sudah menurun karena sebagian dirawat di isolasi mandiri," terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/9/2021).

"Kasus impornya sangat rendah, hanya sekitar 4 atau 5 kasus saja. Ini yang terjadi di Singapura," sambungnya.

Ia membenarkan, pemerintah Singapura amat ketat perihal aturan masuk negara. Hal itulah yang menyebabkan kasus impor di Singapura tercatat rendah, walau kini jumlah kasus hariannya masih tembus seribu.

Suryo berharap kondisi Singapura bisa menjadi pelajaran bagi RI. Sebab melihat kondisi RI kini di mana kasus sudah melandai dan aturan pembatasan melonggar, tak tertutup kemungkinan lonjakan kasus dipicu oleh transmisi dalam negara.

"Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan untuk orang masuk. Jadi sekali lagi, kenapa Singapura rendah (kasus impor)? Karena mereka menerapkan aturan sangat ketat untuk pendatang dari luar Singapura. Yang tinggi adalah penularan di dalam Singapura," terangnya.

"Ini yang sekali lagi menurut saya harus menjadi perhatian kita. Jangan sampai kemudian karena euforia, karena merasa boleh dilonggarkan kemudian kegiatan masyarakat meningkat," pungkasnya.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan Singapura, per 27 September 2021 pukul 12.00, Singapura mencatat total kasus baru COVID-19 sebanyak 1.647. Di antaranya, 1.280 dalam komunitas, 362 orang pekerja migran asrama, dan 5 kasus impor.



Simak Video "Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)
d'Mentor
×
dMentor: Awas Manipulasi Robot Trading
d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading Selengkapnya