Selasa, 28 Sep 2021 18:03 WIB

Satgas Tanggapi Kemunculan Varian R.1 yang Disebut Mengkhawatirkan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Corona Viruses against Dark Background Ilustrasi varian Corona. (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito ikut menanggapi kemunculan varian R.1 di beberapa negara di dunia. Ia mengatakan varian R.1 ini pertama kali ditemukan di Jepang pada Januari 2021.

Saat ini varian R.1 juga diketahui telah menyebar ke beberapa negara bagian di Amerika Serikat, salah satunya di Kentucky baru-baru ini.

"Saat ini varian R.1 masih tergolong Variant Under Monitoring oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga perlu ditindaklanjuti lebih lanjut dengan prinsip kehati-hatian," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (28/9/2021).

Menurut Wiku, kemunculan varian baru Corona seperti varian R.1 ini seharusnya menjadi pengingat bahwa COVID-19 belum hilang dari dunia. Untuk itu, hal ini perlu disikapi dengan bijak dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Kemunculan kembali varian baru seharusnya menjadi pengingat bahwa COVID-19 belum hilang dari dunia ini," ujar Wiku.

"Untuk itu, sikap paling bijak yang harus dilakukan adalah konsisten menjalankan protokol kesehatan di seluruh aspek kehidupan, tanpa harus takut secara berlebihan," tegasnya.



Simak Video "Potensi Penularan Varian Covid-19 R.1 yang Tengah Merebak di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)