Selasa, 28 Sep 2021 18:18 WIB

Minuman Bersoda Bisa Picu Positif Palsu Pada Tes Antigen, Ini Penjelasannya

Firdaus Anwar - detikHealth
7 Minuman Penyebab Kembung, Hindari Susu hingga Soda Ilustrasi minuman bersoda. (Foto: Getty Images/iStockphoto/franz12)
Jakarta -

Beredar kabar minuman bersoda dapat mengganggu kerja alas tes antigen COVID-19, menghasilkan positif palsu. Peneliti dalam laporan di International Journal of Infectious Disease menyarankan agar orang-orang tidak mengonsumsi makanan dan minuman tertentu sebelum menjalani tes cepat.

Ahli kimia dari University of Hull, Profesor Mark Lorch, mengatakan memang tampaknya sebagian orang sengaja menggunakan minuman bersoda untuk mendapat tes negatif palsu. Di media sosial seperti TikTok banyak beredar video netizen mencoba mendapatkan hasil tes positif dengan menggunakan cairan dari jus jeruk, lemon, atau minuman bersoda.

Prof Mark menjelaskan apa yang kemungkinan terjadi adalah asam pada cairan merusak mekanisme cara kerja alat tes. Sebagian alat rapid test biasanya bekerja dengan memanfaatkan antibodi yang sensitif terhadap partikel virus.

Perlu diketahui di dalam alat tes terdapat strip mirip kertas yang berisi tiga lapis antibodi. Antibodi pada lapisan pertama mengandung partikel emas dan ini yang akan menempel pada virus.

Alat bekerja ketika cairan sampel ditempatkan di dalam strip. Bila ada virus pada sampel, antibodi di lapisan pertama akan menempel dan 'tersangkut' pada lapisan berikutnya, tampak sebagai garis merah menandakan hasil positif.

Sementara bila tidak ada virus maka antibodi yang mengandung partikel emas akan lancar melalui lapisan lain. Tidak menimbulkan garis merah.

"Nah zat asam yang ada pada cairan jeruk, cola, atau jus apel itu memiliki pH antara 2-4. Kondisi ini tidak cocok untuk antibodi yang biasanya bekerja dalam kondisi di dalam darah dengan pH sekitar 7,4," kata Prof Mark seperti dikutip dari BBC, Selasa (28/9/2021).

Asam membuat antibodi yang seharusnya tidak bereaksi bila tidak ada virus jadi 'lengket'. Dampaknya antibodi malah akan langsung mengikat partikel emas yang terbawa, menimbulkan efek garis merah.

Inilah kenapa biasanya tenaga kesehatan mencampur sampel dengan cairan khusus sebagai buffer atau pelindung sebelum melakukan tes. Tujuannya untuk menjaga tingkat keasaman sampel sehingga alat bisa bekerja optimal.



Simak Video "Biaya Swab Antigen Turun, Maksimal Rp 99.000!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)