Selasa, 28 Sep 2021 18:29 WIB

Alasan Nadiem Ngotot Sekolah Tatap Muka Diteruskan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Bekasi jadi salah satu daerah yang mulai gelar sekolah tatap muka. Protokol kesehatan pun diterapkan secara ketat guna cegah penyebaran virus Corona. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim menegaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah amat genting untuk dilaksanakan sesegera mungkin. Sekaligus ia meluruskan, kabar yang sempat beredar soal 15 ribu murid dan 7 ribu guru positif COVID-19 akibat PTM tidaklah benar.

Menurutnya, persoalan lebih darurat untuk dikhawatirkan sekarang adalah baru 40 persen dari total sekolah yang melakukan PTM.

"Secara garis besar, kami tidak terlalu khawatir mengenai tren yang kita lihat saat sekolah melakukan PTM. Tapi saya lebih khawatir, hanya 40 persen yang hanya melakukan PTM saat ini baru melakukan PTM. Jadi ada 60 persen saat ini sekolah yang sebenarnya bisa melakukan PTM, yang belum," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9/2021).

Kenapa harus PTM? Bukankah PJJ lebih aman?

Selain ketidakefektifan dalam belajar-mengajar, Mendikbud menegaskan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menimbulkan sederet efek psikologis pada siswa-siswi. Khususnya, di tingkat SD dan PAUD lantaran mereka amat membutuhkan pendidikan tatap muka.

Jika sistem jarak jauh ini diberlangsungkan lebih lama lagi, ia khawatir dampaknya bisa permanen pada anak-anak.

"Data dari bank dunia, berbagai macam institusi research menyebutkan betapa menyeramkannya learning loss yang bisa terjadi di luar kondisi psikologis, apalagi di tingkat SD dan PAUD di mana mereka paling membutuhkan PTM," beber Mendikbud.

"Bahwa kalau sekolah-sekolah ini tidak dibuka, dampaknya bisa permanen. Ini satu hal yang lebih mencemaskan lagi buat kami adalah seberapa lama anak-anak ini sudah melaksanakan PJJ yang jauh di bawah efektivitas sekolah tatap muka," pungkasnya.



Simak Video "Tanggapan Ibu-ibu soal Wacana Siswa Pakai Aplikasi PeduliLindungi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)